Bupati Maros HAS Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati Hj Suhartina Bohari, meninjau pelaksanaan vaksinasi tahap kedua. (Foto: ist_menit)
menitindonesia, MAROS – Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Maros, kembali digelar di Gedung Serba Guna, Turikale, Maros, Kamis (4/3/2021).
Bupati Maros, H Andi Syafril Chaidir Syam didampingi Wakil Bupati, Hj Suhartina Bohari, membuka kangsung kegiatan tersebut. Hadir ribuan peserta untuk menjalani screaning sebelum disuntikkan vaksin anti virus corona merek sinovac.
Kepala Dinas Kesehatan Maros, dr. Syarifuddin, yang juga hadir mengatakan, pencangan vaksinasi pelayan publik ini terdapat 8 tim vaksinator yang akan melayani para peserta penerima vaksin. Kedelapan tim ini, terdiri dari tim vaksinator dari berbagai Puskesmas di Maros dan vaksinator RSUD Salewangan.
Syarifuddin menjelaskan, sasaran yang akan divaksin saat ini berjumlah 8.159 orang, dan sebanyak 1.335 orang pelayan publik telah disreening namun yang berhasil lolos hanya 502 orang saja, dari kalangan ASN, TNI Polri, Instansi Vertikal dan para pedagang pasar.
Sementara itu, dalam Sambutannya Bupati Maros Chaidir Syam, mengajak seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi demi kesehatan bersama dalam melawan Virus Corona di masa pandemi ini.
“Kalau program vaksinasi ini berjalan lancar, Insya Allah nanti akan cepat pulih kondisi ekonomi dan kondisi sosial kita bisa berjalan normal seperti semula,” ujar Chaidir Syam.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak peraya terkait berita hoax vaksin.
“Vaksinasi ini untuk kesehatan kita agar kebal dari Covid-19, dan ini juga bentuk pengabdian kita kepada NKRI supaya kita bisa memutus mata rantai Covid-19 secara cepat,” ujarnya.
Syarifuddin, yang juga Jubir Satgas Covid-19 ini menambahkan, kalau ada yang tidak lolos screaning bukan berarti tidak bisa divaksin. Mereka, kata dia, hanya dipending sementara karena faktor kesehatan.
“Mungkin ada penyintas atyau pernah terpapar Covid atau karena ada keluhan pada saat dilakukan screening, sehingga sehingga dituunda dulu untuk disuntik,” kata Syarifuddin.
Ia mengaku tetap berkoordinasi dengan Pemprov untuk menambah vaksin di Maros.
Diketahui, saat ini, sudah sebanyak 1.581 yang terpapar. Namun, untuk Kabupaten Maros, kata dia, tingkat angka kesembuhan tinggi, hingga 92 persen. Sedangkan angka kematian berkisar 1,4 persen ata sama dengan 22 orang. (andi ade zakaria)