Sosialisasi Nilai-Nilai Kebangsaan di Pangkep, Ni’matullah: Mari Jaga Silaturahmi

Wakil Ketua DPRD Sulsel H. Ni'matullah Erbe pada acara Sosialisasi Nilai-Nilai kebangsaan Keagamaan di Pangkep. (Foto: ist)
menitindonesia, PANGKEP – Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan H Ni’matullah Erbe menlaksanakan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan di Kampung Erasa, Kelurahan Pundata Baji, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/4/2021).
Dalam acara tersebut, Ni’matullah menyampaikan, kegiatan sosialisasi yang dilaksanakannya itu, selain merupakan tugas yang diamanahkan negara, juga ia datang karena ingin bersilaturahmi dengan warga Labakkang, Pangkep.
“Saya mewakili daerah pemilihan Dapil VI, yang terdiri dari Kabupaten Maros, Pangkep, Barru dan Pare-Pare. Juga saya asalnya dari Pangkep. Saya ini orang Segeri dan juga orang Labakkang. Sehingga saya sekalian ingin bersilaturahmi dengan warga sekaligus mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan,” kata Ni’matullah saat memberi sambutan.
Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan ini, juga mengatakan kepada warga yang mengikuti kegiatan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan tersebut, selain dirinya berasal dari Pangkep, ia juga adalah wakil seluruh warga di DPRD Sulsel.
“Waktu Pemilu, saya dipilih atau tidak, disukai atau tidak, tetapi saat ini saya adalah wakil-ta dan saya datang sebagai wakilta semua,” ucap Ni’matullah.
Ia juga menyampaikan, bahwa nilai-nilai kebangsaan adalah nilai yang melekat pada diri setiap warga negara. Karena dalam nilai-nilai kebangsaan, kata dia, terdapat norma-norma kebaikan yang terkandung di dalamnya, termasuk menjalin silaturahmi dan bekerjasama dalam mewujudkan agenda pembanghunan serta mendukung program-porogram pemerintah untuk memajukan negeri ini.
Sementara, acara yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu, juga diisi dengan tausiah agama yang disampaikan Ustad Abdul Kadir Jaelani. Dalam tausiahnya, Ustad kadir mengingatkan agar tidak ada yang mempertentangkan mashab.
“Jangan mau tercerai-berai hanya karena soal mashab kunut atau tidak atau karena soal bismillah-nya kedengaran saat becaan Al Fatihah dalam Sahalat atau tidak. Yang penting adalah tujuan dari ibadah itu yang harus diutamakan,” jelas Ustad kadir Jaelani.
Acara sosialisasi berlangsung lancar dan sebahagian peserta dihadiri dari tokoh masyarakat setempat, kaum perempuan dan tokoh agama. Dalam pelaksanaan kegiatan, menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini