Bupati Maros Tata Ulang OPD dan Fokus Jalankan Reformasi Birokrasi

Bupati AS Chaidir Syam bersama Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir konsultasi di Kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPAN RB), Senin (24/5). Ist: menit
menitindonesia, MAROS – Bupati Maros AS Chaidir Syam mengatakan saat ini Pemkab Maros akan menata organisasi pemerintah daerah (OPD) dengan melakukan reformasi birokrasi untuk mewujudkan misinya, yakni meningkatkan kualitas penyelenggaraan birokrasi dan pelayanan publik yang baik dan berbasis kinerja.
“Reformasi birokrasi harus dijalankan sehingga kualitas pelayanan juga akan semakin baik dan efisien,” kata Chaidir Syam di Maros, Rabu (25/5/2021).
Ia juga menjelaskan, pentingnya koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan di bidang reformasi birokrasi menjadi salah satu target program 100 hari yang dicanangkan Pemkab Maros. “Sehingga, bisa memaksimalkan sumber daya manusia aparatur dan pelayanan publik di Maros,” ucap Chaidir.
Dia berharap, ke depan struktur OPD semakin kecil tapi kaya fungsi sehingga urusan birokrasi tidak terlalu panjang terutama pelayanan untuk masyarakat.
Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemkab Maros juga telah meluncurkan program pelayanan dokumen kependudukan di tingkat Kecamatan. “Untuk project awal, kami lakukan di Kecamatan Cenrana dengan mengcover tiga Kecamatan, yakni Mallawa, Camba dan Cenrana sendiri,” ujar mantan Ketua DPRD Maros ini.
Lebih lanjut, Chaidir menegaskan, bahwa pelayanan birokrasi harus mudah, cepat dan dekat dengan warga masyarakat.
“Kami menginginkan masyarakat dari kecamatan yang jauh dari pusat pemerintahan di Kota Maros, tidak lagi repot harus melakukan pengurusan di Kantor Dikcapil Maros,” ucapnya.
Sementara itu, dikonfirmasi ke Ketua Panitia Khusus Pembahasan Perda Struktur dan Organisasi Perangkat Daerah DPRD Maros, Abidin Said dijelaskan, struktur OPD di lingkup Pemkab Maros akab berubah. Sejumlah OPD digabung.
“Ada beberapa Dinas dihapus dan ada juga yang digabung. Misalnya Dispora akan disatukan ke Dinas Kebudayaan dan itu akan berganti naman. Balitbangda juga akan disatukan ke Bappeda. Perdanya sementara kami bahas,” pungkas Abidin. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini