Aktivis 98 Dukung Sikap Anggu Bongkar Kontraktor Nakal di Sulsel, Philip: Mereka Juga Harus Ditangkap

Agung Sucipto mendapat dukungan Aktivis 98 untuk menjadi justice collaborator (JC) untuk membongkar kontraktor yang nakal di Sulsel. (Foto: edit_menit)
menitindonesia, MAKASSAR – Aktivis 98 yang juga mantan demonstran Aliansi Mahasiswa pro Demokrasi (AMPD) Andi Mustamin Patawari alias Philip, mengapresiasi sikap Agung Sucipto alias Anggu yang mengajukan diri sebagai justice Collaborator (JC) dalam perkara suap terhadap sekretaris Dinas PUTR Provinsi Sulawesi Selatan, Eddy rahmat.
Menurut mantan Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba tiga periode itu, sikap Anggu menjadi JC adalah langkah yang tepat. Selama ini, kata Philip, sejumlah oknum kontraktor yang mengerjakan proyek-proyek infrastrukur di Sulsel, setelah melakukan praktik kongkalikong.
“Anggu tahu siapa-siapa yang mengerjakan proyek dengan cara menyogok pejabat di PUTR  Pemrov Sulsel. Jangan cuman Anggu yang ditangkap. Lebih banyak di Sulsel yang lebih parah dari Anggu,” kata Philip melalui keterangannya, Jumat (28/5/2021).
Diketahui, sesi sidang pemeriksaan saksi di PN Makassar, Kamis 27 Mei 2021, Anggu mengajukan diri kepada Hakim PN Makassar Ibrahim Palino untuk menjadi justice collaborator.
“Izin yang mulia, jika diperkenankan, saya ingin mengajukan diri sebagai Justice Collaborator,” kata Anggu kepada Ketua Majelis Hakim, Ibrahim Palino.
Philip menyebut, keputusan Anggu menjadi JC sudah tepat untuk membuka jejak korupsi yang dilakukan kontraktor yang selama ini berhubungan dengan proyek-proyek yang didanai APBD Provinsi.
“Ini juga bisa membuka praktik-praktik korupsi di lingkungan Pemprov Sulsel yang mengatasnamakan Gubernur (Nonaktif) NA. Karena kita sudah dengar banyak oknum ASN yang mengatasnamakan gubernur meminta fee ke kontraktor,” ucap Philip
Bahkan, kata Philip, ada juga kontraktor yang membiayai Pilkada di daerah dan setelah menang, justru dia memonopoli proyek-proyek besar di daerahnya.
“Anggu bisa bongkar semua ini. Banyak Bupati yang diongkosi sama kontraktor waktu Pilkada dan kemudian dia memonopoli proyek. Ini adalah kejahatan yang harus dibongkar. Anggu bisa melakukannya kalau dia jadi justice collaborator,” terangnya.
Philip yakin, Anggu memiliki data proyek-proyek infrastruktur yang dikerjakan sejumlah kontraktor yang menggunakan cara-cara melanggar hukum dan merugikan negara.
“Anggu harus jadi JC, demi tegaknya supremasi hukum dan keadilan. Penjahat proyek sudah harus diakhiri di Sulsel,” ucap Philip.
Sementara itu, Kuasa Hukum Anggu Muhammad Nursal, sudah mengirimkan pesan jelas, bahwa pihaknya memutuskan membantu agar proses persidangan menjadi lancar dengan menjadikan kliennya sebagai JC.
“Tunggu saja ke depan bagaimana. Akan ada banyak nama (kontraktor) yang nantinya akan muncul. Mereka telah melakukan itu,” pungkasnya di PN Makassar, Kamis (27/5), kemarin. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini