Gelar Sosbang, Wakil Ketua DPRD Sulsel Apresiasi Semangat Juang Guru di Sidrap

Wakil Ketua DPRD Sulsel Syaharuddin Alrif, Sosialisasikan Nilai-Nilai Kebangsaan. (Foto: Ist)
menitindonesia, SIDRAP – Wakil ketua DPRD Sulawesi Selatan Syahruddin Alrif melaksanakan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan (Sosbang) di Kecamatan Watang, Kabupaten Sidrap, Sabtu (27/11/2021).
“Untuk kesempatan ini, saya melaksanakan sosialisasi di Kabupaten Sidrap sekaligus bersilaturahmi dengan konstituen, sambil menebarkan nilai-nilai kebangsaan,” kata Syahar.
Legislator Partai Nasdem ini, menambahkan sosialisasi nilai-nilai kebangsaan tentang guru itu dilaksanakan di dua titik pertemuan. Menurutnya, dalam momentum hari guru, ia mensosialisasikan nilai-nilai kebangsaan yang bertemakan hari guru.
“Hampir dua tahun ini, dunia pendidikan sempat down karena bencana pandemi Covid-19. Kini dunia pendidikan didorong agar segera bangkit mengejar ketertinggalan. Semangat belajar dan mengajar harus ditumbuhkan mulai dari siswa hingga guru,” ujarnya.
Syahar menilai, untuk menyemangati kembali dunia pendidikan, harus didorong kembali melalui gotong royong berbagai pihak, utamanya para guru yang menjadi ujung tombak pembelajaran.
“Di tengah badai Covid-19, guru-guru kita terus berjuang tanpa kenal lelah. Saya menyaksikan sendiri berbagai inisiatif dan pengorbanan yang para guru lakukan demi melanjutkan proses pembelajaran kepada murid. Contohnya, di daerah pedalaman, para guru mendatangi rumah murid berkilometer jauhnya satu per satu. Hal ini dilakukan karena tidak ada radio dan internet,” ungkap Syahar
Ia pun mengaku sangat mengapresiasi semangat juang para guru agar peserta didik tidak ketinggalan dalam menggapai ilmu, meskipun di tengah keterbatasan teknologi informasi yang belum terjangkau di pedalaman, namun, ujar Syahar, semangat para guru tak pernah kendor.
Lebih lanjut, Syahar mengatakan, guru-guru senior juga kembali memberi pembelajaran, meskipun perangkat digital, baik HP maupun laptop, mungkin harus meminjam punya orang lain.
“Semangat ini harus dihargai. Nilai-nilai kejuangan ini harus terus disupport dan diapresiasi sedemikian dengan mengarahkan kebijakan pendidikan agar sedapat mungkin memudahkan kesulitan para guru di pedalaman,” pungkasnya. (roma)