Yakin NA Tak Ajukan Banding, Philip: Presiden Harus Angkat Segera Plt Gubernur Sulsel Berstatus Definitif

Andi Mustamin Patawari alias Philip. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bulukumba empat Periode, Andi Mustamin Patawari atau Philip, medesak Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, segera mengangkat Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menjadi Gubernur definitif pasca dijatuhkannya vonis hakim terhadap Gubernur Sulsel non aktif, HM Nurdin Abdullah.
Politikus Partai Amanat Nasiona (PAN) ini mengingatkan, menyangkut berhentinya kepala daerah atau gubernur jika tersangkut kasus korupsi diatur dalam Pasal 78 jo. Pasal 76 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah.
“Sesuai UU 23/2014 ini, jika terbukti melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kepala daerah diberhentikan tanpa melalui usulan DPRD. Pemberhentian ini dilakukan oleh Presiden untuk gubernur,” kata Philip melalui keterangannya, Jumat (3/12/2021) dini hari.
Aktivis 98 Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD) ini meyakini Prof NA tidak akan mengajukan banding, sebab jika itu dilakukan, justru hukumannya kemungkinan besar akan bertambah.
“Saya yakin sekali, Prof NA tidak akan melakukan banding, sebab meskipun ia benar, ia tahu itu percuma dilakukan. Hanya menghabiskan biaya. Dan tidak mungkin ada Hakim yang nekat mau memberikan vonis bebas. Karena hakimnya nanti bisa ditangkap. OC Kaligis saja, yang profesor hukum dan pengacara kondang, sekarang masih nyantri di Sukamiskin,” ucap Philip.
Lebih lanjut, Philip menambahkan, jika tujuh hari setelah dijatuhkan vonis 5 tahun penjara oleh Hakim PN Tipikor, NA tidak melakukan banding, maka secara otomatis NA diberhentikan secara tetap.
“Jadi prosesnya sudah harus dimulai, tidak boleh ditunda. Ini tidak lagi harus menimbang keputusan politik, tetapi ini soal kepentingan pelayanan birokrasi, karena kewenangan PLT itu terbatas,” ucapnya.
Selain itu, Philip menyampaikan, meskipun NA telah dijatuhi vonis hukum lima tahun penjara, masyarakat Sulsel tetap mempercayai NA sebagai pemimpin yang jujur dan bertanggungjawab.
“Ya, saya melihat masih banyak masyarakat mencintai NA, meskipun baru dua tahun menjabat Gubernur, NA sudah melakukan terobosan membangun infrastruktur, hanya saja NA tergelincir karena bujuk rayu pengusaha hitam yang mengejar proyek di Pemrov,” pungkas. (roma)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini