Koordiantor FAK Sulawesi Apresiasi Kebijakan Bupati Bantaeng Bayar Hutang Lama Peninggalan NA

Bupati Bantaeng, Ilham Azikin bersama Forkopimpda (Ketua PN Negeri, Kajari, dan Kapolres) Bantaeng serta Koordinator FAK Sulawesi, Ahmad Mabbarani. (Foto: Ist)
menitindonesia, BANTAENG – Koordinator Forum Anti Korupsi (FAK) Sulawesi, Ahmad Mabbarani, mengapresiasi kebijakan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin, menyelesaikan hutang-hutang Pemkab Bantaeng warisan pemerintahan sebelumnya.
Menurut catatan FAK Sulawesi, NA meninggalkan hutang di Pemkab Bantaeng sebanyak Rp112 miliar, terhitung sejak 2013, termasuk mangkraknya pembangunan RSUD Anwar Makkatutu, tetap dilanjutkan dan diselesaikan sesuai rencana awalnya.
“Salut kepada Bupati Bantaeng Pak Ilham Azikin, karena tidak memiliki ego kepemimpinan dan mau melanjutkan perampungan RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, juga membayar hutang-hutang warisan pemerintahan sebelumnya sejak tahun 2013. Sebaiknya sikap seperti ini dicontoh pemimpin daerah yang lainnya,” kata Ahmad Mabbarani di sela-sela kunjungan silaturahminya ke Kabupaten Bantaeng, Senin (6/12/2021).
Selain itu, Ahmad juga menilai, keberlanjutan pemerintahan tanpa ego kepemimpinan akan membuat suatu daerah semakin melesat maju, karena program pemimpinnya berkesinambungan. Jika pemimpin daerah, kata dia, memiliki ego kepemimpinan, akan menjadikan suatu daerah malah mengalami kemunduran.
Ahmad mencontohkan kepemimpinan Provinsi Sulawesi Selatan di masa Amin Syam, SYL dan NA. Saat Amin Syam menjadi Gubernur, ujar Ahmad, Pemprov Sulsel membangun GOR dan Stadion di Sudiang. Namun stadion itu kemudian terbelangkai setelah ia digantikan oleh SYL.
“Pembangunan GOR dan Stadion Sudiang diabaikan hingga terbengkalai, sekarang jadi kandang kambing. Pak SYL membangun stadion baru di Barombong. Stadion ini juga diabaikan Gubernur NA yang menggantikan SYL. Sekarang malah terbengkalai dan bangunannya rusak-rusak. Ratusan milyar uang negara sia-sia,” ujar Ahmad.
Dia meminta agar pemimpin daerah, terutama para Bupati dan Walikota tidak mencontoh ego pemimpin tersebut. Seharusnya, kata Ahmad, program stadion yang dicanangkan Amin Syam dilanjutkan pada era SYL, atau stadon Barombong dilanjutkan pada era NA.
“Justru mereka membuat program baru, mau buat legacy sendiri. Hasilnya, proyek sebelumnya mangkrak. Contohnya, Makassar sekarang tidak punya Stadion, karena Stadion Mattoanging juga sudah tidak ada setelah dibongkar oleh NA, dan penggantinya, Andi Sudirman, belum menunjukkan keinginan membangun Stadion Mattoanging,” ucapnya.
Lebih lanjut, Ahmad Mabbarani, mengatakan ego pemimpin seperti itu tidak ditemukannya di Bantaeng. Justru dia melihat, proyek pemerintahan sebelumnya, malah diselesaikan dengan baik oleh Ilham Azikin, sehingga Kabupaten Bantaeng lebih maju, masyarakatnya menikmati dan merasa bangga.
“Ini contoh yang baik. Idealisme pemerintahan itu keberlanjutan program dalam pemerintahan, bukan saling meniadakan legacy pemimpin-pemimpin sebelumnya. Masing-masing pemimpin punya legacy jika daerahnya maju. Ini baru bupati top,” pungkas Ahmad Mabbarani. (andi ade zakaria)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini