Legislator Golkar Maros Sarankan: Pengusaha Kalau Mau Cari Uang di DPRD Tak Usah Jadi Caleg

Anggota DPRD Maros, H Rusdi Rasyid. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Meski Pemilu Legislatif masih tersisah dua tahun lagi, namun sejumlah pengusaha di Kabupaten Maros, konon, sudah ancang-ancang alih profesi untuk menjadi politisi dan menargetkan kursi di DPRD Kabupaten Maros.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Maros, H Rusdi Rasyid, menyarankan, jika hanya ingin mencari uang di DPRD dengan cara merebut kursi menggunakan politik uang di Pemilu Legislatif, akan menjadi sia-sia dan secara ekonomi, hitungannya akan meleset, jauh dari harapan.
Dia menyebutkan, pengalaman teman-temannya di DPRD yang beralih profesi menjadi politisi. Ternyata, ungkap Rusdi, banyak yang menyesal: usaha mereka redup sementara penghasilan di DPRD tidak sesuai ekspektasinya. Sehingga, konon, kata Rusdi, banyak Anggota DPRD Maros sekarang, ogah untuk maju di Pemilu akan datang.
“Kalau teman di DPRD Maros yang berlantar belakang pengusaha, sepertinya mereka akan kembali jadi pengusaha, tidak lagi mempersiapkan diri untuk Pemilu 2024. Alasannya, biaya untuk meraih kursi DPRD, terlalu besar sementara penghasilan Anggota DPRD tidak sepadan dengan biaya kampanye. Sudah memasuki tahun ketiga modal belum balik,” kata H Rusdi saat ditemui di Warkop Pagi, PTB, Maros, Minggu (27/3/2022).
Politikus Partai Golkar Maros ini, juga menyayangkan perubahan prilaku politik masyarakat yang menganggap money politik sebagai cara yang paling tepat untuk memenangkan kontestasi Pemilu. Sehingga, yang terjadi masyarakat menjadi sangat pragmatis, suara mereka harus dibeli.
“Karena money politik dianggap biasa, juga orang kira jadi Anggota DPRD itu duitnya pasti banyak. Mau apa saja bisa, fasilitas berlimpah dan wibawa naik. Semuanya bisa menjadi uang. Anggapan ini keliru, karena kalau sudah merasakan, pasti jauh dari harapannya,” ujar Sekretaris Umum DPD II Partai Golkar Maros itu.
Meski demikian, Rusdi mengatakan, kalau mau sungguh-sungguh mengabdi dan memperjuangkan aspirasi masyarakat yang diwakilinya, akan jauh lebih baik, karena orientasinya bukan untuk cari uang di DPRD.
“Kalau tujuan untuk mengabdi dan memberi manfaat, cocok masuk ke DPRD. Karena tupoksi (tugas pokok dan fungsi) anggota DPR memang seperti itu, melakukan pengawasan, membahas anggaran dan membuat regulasi. Di situluah kepentingan rakyat diperjuangkan,” ujar Rusdi.
Dia menyarankan agar keinginan sejumlah pengusaha dan kontraktor untuk mendaftar Caleg karena melihat DPRD sebagai ladang cari uang, agar dipikirkan lebih matang lagi. “Selain niatnya sudah salah, juga hasilnya nanti tak akan sesuai harapannya,” pungkasnya. (roma)