menitindonesia, PANGKEP – Dana Pensiun Semen Tonasa, yang dahulu pernah bermasalah karena digunakan bermain saham–sehingga mengakibatkan kerugian besar itu–kini kembali dipertanyakan, diduga kembali salah kelola.
Dari berbagai sumber yang digali, menyebutkan, keuangan Dana Pensiun Semen Tonasa itu, berasal dari deviden perusahaan afiliasi dan dana yang bersumber dari potongan langsung gaji karyawan PT Semen Tonasa.
Pertanyaannya, apakah Dana Pensiun yang bersumber dari deviden perusahaan afiliasi dan potongan gaji karyawan PT Semen Tonasa itu disimpan di rekening atau digunakan untuk modal bisnis, atau dipakai untuk membeli saham, atau dideposito di bank?
Sumber yang ditemui, mengungkapkan, bahkan dana pensiun di berbagai perusahaan afiliasi, juga sudah sering terdengar ada yang bermasalah karena salah kelola.
Saparuddin, Bekas Direktur Utama Tonasa Line, salah satu perusahaan afiliasi dan dan belum lama ini pensiun, mengungkapkan kepada jurnalis media ini, bahwa keuntungan yang diraih perusahaan yang pernah dipimpinnya sangat siginifikan: hingga berkisar Rp60 milyar.
“Keuntungan itu sebahagian besar disetorkan ke pemegang saham yang mayoritas bersumber dari Dana Pensiun Semen Tonasa,” kata Saparuddin, dikutip dari keterangannya yang diterima, Senin (27/3/2023).
BACA JUGA:
Prof. Hasanuddin Tahir: Pemilihan Ketua MWA Unhas Sudah Sesuai Prosedur
BACA JUGA:
Kisruh Pemilihan Ketua MWA, Mutu Unhas Turun, Prof Jamaluddin Jompa Dituding Biang Keroknya
Sedangkan, salah satu bekas Direktur Utama Tonasa Line (TL), Asaat SH, berbeda dengan Saparuddin. Assat menjelaskan, besaran dana deviden yang disetorkan ke Dana Pensiun Semen Tonasa setiap tahun itu, ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham.
“Saya kira kebesaran sekali kalau keutungan TL, di tahun 2022 sebanyak Rp60 miliar lebih, kemudian keuntungan tersebut sebahagian besar disetorkan ke Dana Pensiun Semen Tonasa, itu perlu dipertanyakan,” bebernya.
BACA JUGA:
Kereta Api Sulsel Masih Banyak Bengkalai, KNPI Maros Sebut Belum Layak Diresmikan Oleh Presiden














