Dewie Yasin Limpo Hadirkan Prabowo dan Tito di Simposium Kebangsaan Forum Ulama

Ketua Panitia Simposium Kebangsaan FUAI, Hj Dewie Yasin Limpo. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto bersama dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dijadwalkan akan hadir pada acara Simposium Kebangsaan yang di gelar oleh Forum Ulama dan Aktivis Islam (FAUI) di Nareswara Ballroom, Gedung Smesco Indonesia, Siang, Senin (9/10/2023).
Ketua Panitia Simposium Kebangsaan FUAI, Hj. Dewie Yasin Limpo, S.E., mengatakan, acara ini dirangkaikan dengan Rapat Pimpinan Nasional FUAI dengan mengangkat tema, “Mewujudkan Indonesia Adil, Makmur dan Bermartabat, Bhaldatun Thaiyyabatun Wa Rabbun Ghafur” akan dihadiri tiga menteri pembicara utama.
BACA JUGA:
Hadiri Maulid Nabi di Jeneponto, Danny Pomanto Doakan Rudianto Lallo
“Insya Allah, Pak Prabowo (Menhan), Pak Tito (Mendagri) dan Pak Sandiaga Uno (Menparekraf) sudah dikonfirmasi panitia dan jadwalnya, siap hadir,” kata Dewie Yasin Limpo kepada jurnalis media ini, Minggu (8/9/2023).
Dewie menjelaskan, FUAI mencermati situasi kebangsaan yang aktual saat ini. Menurut dia, pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan bervariasi dalam konteks yang berbeda. “FAUI ingin mendorong agar nilai-nilai kebangsaan merujuk pada prinsip-prinsip yang mengidentifikasi dan memperkuat identitas nasional sebagai bangsa yang religius,” katanya.
BACA JUGA:
Budidaya Pisang di Lahan 1 Juta Hektare, Pj Gubernur Bahtiar Ajak Swasta Berinvestasi di Sulsel
Menurunnya rasa kebangsaan, lanjut Dewie, menimbulkan berbagai persoalan yang sering terjadi. Misalnya meningkatnya paham radikalisme dan separatisme hingga gampangnya tersebar berita-berita bohong atau hoaks. “Ini semua adalah ancaman yang menggerus rasa kebangsaan dan nasionalisme kita. Seolah-olah demokrasi yang dijalankan menjadi anomali terhadap nilai-nilai kebangsaan,” ujar Dewie.
Adik mantan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo ini, menerangkan, bahwa ulama dan aktivis adalah garda terdepan penjaga peradaban dan menjadi solusi permasalahan bangsa. “Ulama memiliki peran yang strategis sebagai perekat ummat, menjaga moral bangsa, sebagai pengontrol sekaligus juga menyampaikan kritik sosial yang konstruktif,” jelas Dewie.
Untuk diketahui, mantan Anggota DPR RI dari Fraksi Hanura (2014-2016) itu, saat ini dikenal sebagai aktivis keagamaan yang mencetuskan dan memprakarsai Gerakan Cinta Al-Quran. Dewie juga pernah mendapatkan rekor MURI Dizikir Akbar dan Pembuatan Kaddo Minyak terbesar pada tahun 2005 di Sulsel. (AE)