Ajak Sandiaga Uno Kembali Dukung Prabowo, Koordinator Padi: Kalau Tak Nyaman di Sana, Balik Kanan Saja!

FOTO: Koordinator Relasan Prabowo-Sandi (Padi), Didis Abibaeda alias Dhidies Bholonk. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Koordinator Relawan Pasukan Prabowo-Sandi (Padi) Sulsel pada Pilpres 2019, Didis Abubaeda, S.E., atau Dhidies Bholonk, menyampaikan bahwa Relawan Padi Sulsel masih aktif hingga saat ini. Anggota Padi Sulsel tersebar di 24 Kabupaten dan Kota di Sulsel, sudah menjadi bagian dari tim Relewan Prabowo-Gibran 2024.
“Sejak awal kami mendukung Prabowo, tidak pernah terpikir sedetikpun untuk meninggalkan Pak Prabowo. Jadi komitmen Padi, Pak Prabowo mendapat kesempatan memimpin Indonesia, ini tak bisa ditawar,” kata Dhidies saat dikonfirmasi media ini, Senin (30/10/2023).
BACA JUGA:
Ali Mochtar Ngabalin Peringatkan Hasto, Jangan Sinis ke Presiden!
Terkait Sandiaga Uno yang dulu menjadi pasangan Prabowo di Pilpres 2019, Dhidies mengatakan, meskipun Sandiaga dan PPP mendukung Ganjar Pranowo saat ini, bagi relawan Padi, jiwa dan raga Sandiaga tetap bersama Prabowo.
BACA JUGA:
PILHI Kembali Desak KPK Segera Tangkap Harun Masiku
“Diutak-atik bagaimanapun, Sandiaga tak mungkin all out untuk Ganjar. Itu hanya logo partai dan kaosnya saja. Kalau isinya, sudah jelas ke Prabowo. Ini soal nurani Mas Sandi, apalagi PPP gagal meyakinkan Mega soal calon wapres, jelas sudah kerugian besar bagi Mas Sandi,” ujar Dhidies.
Dengan alasan tersebut, lanjut Dhidies, Relawan Padi Sulsel berharap Sandiaga kembali menjadi bagian perjuangan Prabowo di Pilpres 2024. Menurutnya, dirinya kasihan melihat Sandiaga yang seperti politisi yang ibarat layang-layang putus yang teromabng-ambing di udara.
“Kita minta Mas Sandi jangan mau diperalat, kalau tak nyaman di sana, balik kanan saja, kembali sama-sama Pak Prabowo,” katanya.
Dhidies juga mengatakan, jika Relawan Prabowo-Sandi dan Relawan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019 berkolaborasi, maka dirinya meyakini, Pilpres 2024 akan berlangsung satu putaran saja untuk Prabowo-Gibran. “Kerja-kerja KPU jadi ringan, anggaran negara juga hemat,” ujar Dhidies. (AE)