Wali Kota Akselarasikan RKPD Makassar 2024, Resilient dan Inklusif

Foto : Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Makassar 2024 dengan Percepatan, Resilient dan Inklusif
menitindonesia, MAKASSAR –  Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto terus mengakselerasi Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Makassar 2024 dengan Percepatan, Resilient dan Inklusif.
Langkah-langkah ini tentunya sebagai upaya terus membuat percepatan dan dua kali tambah baik di Makassar menuju kota yang resilient dengan pertumbuhan inklusif.
Danny Pomanto sapaan akrabnya mengatakan, dalam langkah percepatan itu saat ini sudah jalan ongoing. Sementara, resilient atau daya tahan atau ketangguhan kota tentu harus tangguh menghadapi keadaan ekonomi seperti inflasi, gini ratio.
Dengan begitu, Pemkot Makassar ingin terus memperkuat kualitas ekonominya. Ekonomi yang berdaya tahan dan tidak mudah terpengaruh oleh situasi. Sedangkan, jika ekonomi yang resiliensi itu melibatkan semua orang maka itulah inklusif.
“Dalam bahasa anak lorong itu untuk semua, baik untuk semua,” kata Danny yang didaulat sebagai narasumber dalam acara RKPD Makassar 2024, Percepatan Makassar Menuju Resilient City dengan Pertumbuhan Inklusif, di Makassar, Selasa (12/12/2023).
Dengan tiga aspek itu kata dia, membuat ekonomi Makassar tumbuh bersama bukan hanya sebagian. “Artinya mikro-makro tumbuh bersama. Itu juga dibuktikan dengan gini ratio yang menyempit; dari 0,400 menjadi 0,395 pada 2022,” ujarnya.
Menurutmya Inklusif sejatinya ialah lorong wisata itu sendiri. Program yang melibatkan semua elemen masyarakat dengan multi inovasi beserta 21 konten di dalamnya yang menghasilkan kemandirian pangan.
“Dari pemenuhan kebutuhan sendiri, ditanam sendiri, menghasilkan sosial kohesi yang bagus, adanya sirkulasi ekonomi, menggabungkan dengan teknologi metaverse maka ekonomi Makassar tumbuh inklusif kuat,” urai Danny.
Orang nomor wahid Makassar ini menambahkan, pada 2024 dirinya mencari sumber potensi pendapatan lain yang akan menambah banyak sektor penopang ekonomi masyarakat.
Dicontoh Danny, pembangunan utilitas underground utility yang mana siapa saja yang membutuhkan kabel udara akan diturunkan semua ke bawah dan disewakan.
“Jadi sektor jasa ini memiliki diversifikasinya dengan kebutuhan paling modern. Kebutuhannya untuk fiber optic dan lainnya. Itulah salah satu contohnya. Artinya Pemkot Makassar mengeksplorasi core ekonomi baru yang mendapatkan pendapatan baru,” kuncinya. (*)