Rencana Peluncuran RAD-PG yang Diinisiasi UNICEF dan Jenewa dapat Apresiasi Pemprov Sulsel

Foto : Pj Sekprov Sulsel, Andi Muhammad Arsjad Usai Menggelar Pertemuan Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, UNICEF, dan Jenewa, di Ruang Rapat Sekprov Sulsel

menitindonesia, MAKASSAR – Inisiasi UNICEF bekerjasama dengan NGO bernama Jenewa terkait persiapan peluncuran Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi (RAD-PG) mendapat apresiasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi selatan melalui Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Muhammad Arsjad.

Hal itu diungkapkan Andi Muhammad Arsjad saat melakukan pertemuan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel, UNICEF, dan Jenewa, di Ruang Rapat Sekda Sulsel, Senin (18/12/2023)

Kata Andi Muhammad Arsjad, rapat yang digelarnya membicarakan persiapan peluncuran rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG), termasuk komitmen pelaksanaan strategi komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting di Sulsel.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Sulsel tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas apa yang ingin dilakukan oleh teman-teman kita dari UNICEF maupun dari Jenewa ini, karena kita tahu stunting ini menjadi isu kita bersama, termasuk pemerintah pusat, termasuk Pemerintah Daerah, menjadi program prioritas kita,” jelasnya.

Berdasarkan hasil Survei kata dia, Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan pada 2022, prevalensi stunting di Sulsel mencapai 27,2%. “Bagaimana kita berpikir untuk menurunkan prevalensi stunting di Sulsel. Tentu membutuhkan upaya dan langkah-langkah kongkrit,” pungkasnya.

Dirinya pun berharap, adanya terbangun kolaborasi bersama antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Pemerintah Kabupaten dan Kota untuk menyamakan persepsi dalam rangka penurunan angka Stunting melalui pemenuhan pangan dan gizi bagi masyarakat.

Sementara itu, Nutrition Officer UNICEF Indonesia, Nike Frans, mengatakan, peluncuran dua dokumen yakni rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG), dan komitmen pelaksanaan strategi komunikasi perubahan perilaku untuk percepatan penurunan stunting menjadi sangat penting.

“Dua dokumen ini sangat penting, yang akan dijadikan acuan oleh Kabupaten dan Kota dalam menyusun rencana aksi daerahnya, dan dalam mengimplementasikan komunikasi perubahan perilaku untuk pencegahan stunting,” katanya. Dokumen itu, kata dia, hasil kerja dari berbagai OPD, organisasi pemerintah lintas sektor. (*)