menitindonesia, PADANG – Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menuju ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat. PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) turut andil dalam mendukung. Bahkan sejumlah lembaga bersinergi membahas jalinan kerjasama tersebut.
Hal itu diketahui dengan dibukanya lima gudang untuk ketahanan pangan nasional oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, kegiatan ini dimotori oleh Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumatera Barat dan Kadin Sumbar.
Dalam sambutannya, Gubernur , Mahyeldi Ansharullah akan mengoptimalkan keberadaan gudang gudang yang tersebar di daerahnya guna mencapai program ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat.
“Kita perlu ketahui bahwa Sumatra Barat menuju ketahanan pangan nasional yang digagas pemerintah pusat. Maka Presiden dan Menteri Pertanian sudah menyampaikan bahwa pada 2045 Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia, sehingga perlu penguatan. Salah satunya optimalisasi resi gudang bagi petani,” tutur Mahyeldi di kantor BI Perwakilan Sumbarr, Jalan Sudirman 32, Padang, Rabu (29/5/2024).
Orang nomor wahid Sumbar ini berharap setelah acara, keberadaan lima resi gudang di Sumatera Barat menjadi lebih optimal. Untuk diketahui, Provinsi Sumatera memiliki gudang yang berlokasi di Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Solok, Kabupaten Tanah Datar dan dua di Kabupaten Limapuluh Kota.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional, Saidu Solihin mengatakan, KBI sangat mendukung. Selain itu, pihaknya juga mendorong agar resi gudang bisa segera berjalan, menopang usaha komoditas di Padang, fokus kepada komoditi gambir dan beras.
Senada disampaikan Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra. Dalam penuturannya, salah satu keuntungan yang diperoleh para petani apabila memanfaatkan keberadaan resi gudang sebagai tempat penyimpanan hasil pertanian adalah dapat dijadikan agunan ke bank untuk pinjam modal.
Menurutnya dengan perihal tersebut merupakan keuntungan, kemudian para petani bisa menentukan kapan waktu yang tepat untuk menjual komoditas miliknya. “Artinya, skema resi gudang dapat menjaga stabilisasi harga yang menguntungkan petani,” ungkapnya Endang Kurnia Saputra,
Lebih lanjut Endang. Oleh karena itu penguatan atas pentingnya pemanfaatan resi gudang, juga disampaikan para narasumber lain dalam kegiatan ini. Dan mereka adalah Eka Nusa dan Heryono Hadi Prasetyo, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti, Hendra Hartono (Komite Tetap Perundingan Bilateral Kadin Indonesia), dan Dr. Ir. Audy Joinaldy, S.Pt., M.Sc., M.M., IPM, ASEAN.Eng (Wakil Gubernur Sumatera Barat)
Hadir pula dalam kegiatan ini perwakilan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI), Kliring Perdagangan Berjangka Indonesia (KPBI – anak usaha KBI) serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.
Dari PT KBI, tampak hadir Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional, Saidu Solihin, didampingi direksi PT KPBI, Yose Skundarisa bersama Komisaris Independen PT KBI, Egy Massadiah. (*)