Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar, saat melakukan kunjungan ke PT Sunthi Sepuri di Balaraja, Tangerang.
BPOM RI di bawah kepemimpinan Taruna Ikrar memperkuat pengawasan farmasi melalui monitoring di PT Sunthi Sepuri, Balaraja. Langkah ini dorong ketahanan kesehatan dan kemandirian farmasi Indonesia.
menitindonesia, TANGERANG – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., melakukan kunjungan kerja ke fasilitas produksi farmasi PT Sunthi Sepuri di Balaraja, Tangerang, Jawa Barat, Rabu (17/8/2025).
Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan monitoring sekaligus evaluasi hasil produksi obat, memastikan standar mutu yang berlaku tetap terjaga.
Menurut Taruna Ikrar, industri farmasi nasional tidak hanya dituntut untuk patuh pada standar Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), tetapi juga harus mampu berinovasi dan membangun manajemen mutu secara berkelanjutan.
Infografis kunjungan Kepala BPOM Taruna Ikrar ke PT Sunthi Sepuri, Balaraja – dorong kepatuhan, inovasi, dan kemandirian farmasi nasional.
“BPOM hadir bukan hanya sebagai regulator, tetapi juga mitra bagi masyarakat dan industri untuk memastikan obat yang aman, berkhasiat, dan bermutu. Sinergi erat inilah yang menjadi kunci bagi kemandirian farmasi nasional di masa depan,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taruna menegaskan bahwa kepatuhan yang konsisten ditambah dengan inovasi akan memperkuat daya saing industri farmasi nasional. Lebih jauh, hal itu juga akan mengurangi ketergantungan terhadap impor dan memperkuat ketahanan kesehatan bangsa.
Ia menambahkan, langkah BPOM bersama industri farmasi merupakan bagian dari strategi besar menuju Indonesia Emas 2045, di mana kemandirian obat menjadi salah satu fondasi penting. (andi esse)