Taruna Ikrar Tinjau SPPG Bali: BPOM Siap Cegah Risiko Pangan dalam Program MBG Nasional

Kepala BPOM RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D. saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Denpasar, Bali, untuk memastikan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Kepala BPOM RI Prof. Taruna Ikrar meninjau SPPG di Denpasar, Bali, memastikan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BPOM fokus cegah risiko pangan demi generasi emas 2045.
menitindonesia, DENPASAR – Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari di Denpasar, Bali, Rabu (24/9/2025).
Kunjungan ini menegaskan komitmen BPOM mengawal pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
BACA JUGA:
Prof. Taruna Ikrar Buka Lokakarya WHO di Bali, BPOM RI Mantapkan Langkah Menuju WHO-Listed Authority
Dalam penjelasannya, Prof. Taruna Ikrar menekankan bahwa peran BPOM tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga melakukan mitigasi risiko keamanan pangan yang dikonsumsi anak-anak penerima manfaat MBG. Upaya preventif dilakukan melalui pelatihan personel kunci di SPPG, monitoring insiden pangan, hingga rekomendasi teknis kepada Badan Gizi Na
IMG 20250925 WA0001 11zon e1758758781298
Infografis peran BPOM RI dalam mengawal keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi investasi besar menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
program MBG aman, sehat, dan bergizi. Ini bukan sekadar makan gratis, tapi investasi besar menuju Generasi Emas 2045,” tegas Taruna Ikrar.

Latar Belakang Masalah Gizi Anak Indonesia

Berdasarkan data nasional, 80% anak Indonesia menghadapi masalah gizi: 20% stunting, 40% defisiensi mikronutrien, dan 20% kelebihan gizi. Taruna bilang, Program MBG hadir sebagai solusi untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan bergizi seimbang, sekaligus memutus mata rantai persoalan gizi yang bisa menghambat kualitas sumber daya manusia Indonesia.
BACA JUGA:
Wamenparekraf Tinjau Leang-Leang Maros, Siapkan Revalidasi UNESCO Global Geopark 2026
Dalam kunjungan ke dapur SPPG, Taruna Ikrar mengingatkan bahwa dapur adalah titik kritis yang bisa menjadi sumber kontaminasi bila tidak dikelola sesuai standar.
Bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Balai Besar POM di Denpasar, BPOM melakukan inspeksi menyeluruh terhadap proses pengolahan makanan, sanitasi lingkungan, hingga distribusi pangan.
“Kami menemukan pelaksanaan di SPPG Denpasar sudah baik, tapi masih ada catatan seperti genangan air yang berpotensi menimbulkan kontaminasi. Hal ini harus segera dibenahi,” ungkapnya.

Peran Besar BPOM dalam Penguatan Kapasitas

Taruna Ikrar mengungkapkan, bahwa sejauh ini BPOM melatih 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia, Membimbing 40.000 penjamah makanan, dengan dukungan 900 tenaga ahli BPOM di berbagai daerah.
Langkah ini diambil untuk memastikan standar keamanan pangan diterapkan konsisten di seluruh SPPG di Indonesia.
Prof. Taruna juga berharap SPPG di Denpasar bisa menjadi model percontohan implementasi MBG. Menurutnya, keberhasilan program ini ditentukan oleh tiga faktor penting: Sinergi antar-lembaga pusat dan daerah, Konsistensi penerapan standar keamanan pangan di dapur SPPG, Edukasi penerima manfaat tentang higiene dan sanitasi.
“Program MBG adalah investasi masa depan. Kita tidak boleh lengah. Jangan sampai ada kejadian luar biasa seperti keracunan yang merugikan anak-anak kita. Mereka adalah masa depan bangsa,” tutupnya. (andi esse)