Menjelang Ramadhan, BPOM Perketat Pengawasan SPPG, Taruna Ikrar Pastikan MBG Aman

Menjelang Ramadhan, pengawasan BPOM diperkuat untuk memastikan menu MBG tetap aman dan bergizi bagi siswa
  • Kepala BPOM RI, Prof. Taruna Ikrar menginstruksikan peningkatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap aman, higienis, dan memenuhi standar gizi bagi anak sekolah.
menitindonesia, JAKARTA — Menjelang bulan suci Ramadhan, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, Ph.D., menginstruksikan peningkatan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai pusat layanan yang menyiapkan dan mendistribusikan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penguatan pengawasan dinilai penting untuk memastikan mutu makanan tetap terjaga di tengah penyesuaian ritme konsumsi selama bulan puasa.
BACA JUGA:
Perkuat Swasembada Pangan, Bupati Maros Resmikan Irigasi Baru di Tompobulu
Taruna menegaskan, meski Ramadhan identik dengan perubahan pola makan dan waktu distribusi, standar keamanan pangan dalam program MBG tidak boleh turun. Baginya, MBG bukan hanya soal pemenuhan makan harian, melainkan program strategis negara yang menyentuh kesehatan generasi masa depan.
“Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadhan harus tetap memenuhi prinsip keamanan pangan. Seluruh satuan pelayanan, dapur, dan penyedia menu wajib memastikan sanitasi, penyimpanan, suhu, dan distribusi makanan sesuai standar,” ujar Taruna Ikrar, di kantornya, Senin (26/1/2025).
Ia menyebut, menu yang disiapkan untuk anak sekolah harus dikelola dengan prosedur yang disiplin. Penyesuaian jadwal makan selama Ramadhan tidak boleh mengurangi kualitas bahan baku maupun menurunkan kehigienisan proses produksi.
“Menu juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan zat gizi, terutama untuk mendukung aktivitas belajar siswa selama berpuasa,” kata Taruna.

SPPG Jadi Fokus Pengawasan BPOM

Taruna menilai SPPG memiliki peran vital sebagai simpul pelaksanaan MBG. Karena itu, ia meminta jajarannya memastikan kegiatan operasional SPPG berjalan sesuai standar dan tidak ada celah yang menimbulkan risiko keamanan pangan. Pengawasan dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.
Picsart 26 01 27 05 19 54 039 11zon e1769467961713
Infografis BPOM: fokus pengawasan SPPG untuk menjaga keamanan pangan dan mutu gizi MBG selama Ramadhan.
“Kami meminta seluruh jajaran BPOM meningkatkan pengawasan terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar keamanan pangan pada program MBG benar-benar terjaga dari hulu hingga hilir,” ujarnya.
BACA JUGA:
Taruna Ikrar: BPOM–Kemendiktisaintek Perkuat Pendidikan Tinggi Kesehatan untuk Pengawasan Obat, Makanan, dan Kedokteran
Menurut Taruna, pengawasan bukan semata formalitas. Ada sejumlah aspek yang menjadi fokus, mulai dari kualitas bahan baku, higienitas sarana dan petugas, cara pengolahan yang aman, sampai dengan ketepatan distribusi makanan. Ia menegaskan, proses tersebut harus diawasi karena program ini menyasar kelompok paling rentan: anak-anak sekolah.
Menjelang Ramadhan, penyesuaian waktu masak dan distribusi menjadi tantangan tersendiri. Dalam beberapa kondisi, makanan berpotensi berada dalam waktu penyimpanan lebih panjang sebelum dikonsumsi. Hal itu dapat menjadi risiko jika prosedur penyimpanan, suhu, dan kebersihan tidak dijalankan secara disiplin.
Karena itu, Taruna menekankan pentingnya pelaksanaan SOP yang konsisten. Seluruh pihak yang terlibat diminta tidak menganggap remeh tahapan produksi makanan. Setiap detail, mulai dari kebersihan dapur, penggunaan perlengkapan, sampai perilaku higienis petugas, harus dijaga karena berkaitan langsung dengan kesehatan penerima manfaat.
Selain pengawasan, BPOM juga mendorong pembinaan agar setiap pelaksana program memahami dan menerapkan standar keamanan pangan secara berkelanjutan. Taruna menegaskan, MBG harus dipastikan berjalan aman, karena keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh pelaksanaan yang rapi di lapangan.

MBG Disebut Program Brilian Prabowo-Gibran

Dalam kesempatan yang sama, Taruna Ikrar menyebut MBG sebagai program brilian yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini dinilai bukan hanya menjawab kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga investasi jangka panjang untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“MBG merupakan program brilian yang digagas Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka,” ucap Taruna.
Ia menyatakan, program ini akan berdampak besar terhadap kualitas kesehatan generasi muda Indonesia. Asupan gizi yang terukur, aman, dan konsisten akan mendukung pertumbuhan anak, memperkuat daya tahan tubuh, dan menunjang aktivitas belajar mereka di sekolah. Taruna menilai, manfaat MBG akan terasa dalam jangka panjang jika dijalankan dengan standar yang benar.
“Jika program ini dijalankan dengan standar yang benar dan konsisten, maka Indonesia akan memiliki generasi yang kelak tumbuh dengan kualitas kesehatan yang prima. Generasi itulah yang akan mampu mengelola bangsa ini menuju negara maju,” ujar Taruna Ikrar.
Menjelang Ramadhan, ia kembali menegaskan bahwa pengawasan BPOM terhadap SPPG akan diperkuat untuk memastikan kualitas makanan tetap terjaga. Menurutnya, menu bisa menyesuaikan dengan kondisi puasa, tetapi keamanan pangan dan mutu gizi tidak boleh menurun karena itulah fondasi kepercayaan publik sekaligus kunci keberhasilan program MBG. (*)