Bukber Berujung Petaka! 35 Siswa di Camba Maros Diduga Keracunan, 24 Dirawat Inap

Suasana ruang perawatan RSUD Camba tempat puluhan siswa-siswi yang dirawat diduga karena keracunan usai buka puasa bersama. (ist)
menitindonesia, MAROS — Puluhan siswa di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, mendadak jatuh sakit setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di SMP Negeri 3 Camba.
Sebanyak 35 siswa dilaporkan mengalami gejala diduga keracunan makanan dan harus mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan.
Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan para pasien mulai berdatangan ke rumah sakit sejak Kamis (12/3/2026) siang hingga malam hari.
“Total ada 35 orang. Lima orang rawat jalan, 24 orang dirawat inap, dan enam orang masih berada di IGD,” kata Sri Syamsinar.
Ia menjelaskan, sebagian besar pasien datang dengan keluhan demam, nyeri perut, diare, serta tubuh lemas.

BACA JUGA:
Tiga Bulan Tak Bayar Pajak, Gerai KFC Maros Tunggak Rp226 Juta

Kedatangan pasien ke rumah sakit juga terjadi secara bertahap.
“Ada yang masuk sekitar pukul 14.00, kemudian pukul 15.00. Ada juga yang datang pada malam hari sekitar pukul 18.00 hingga 20.00,” ujarnya.
Meski begitu, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
“Penyebabnya harus dipastikan melalui pemeriksaan sampel makanan,” jelasnya.
Sri Syamsinar menambahkan, kondisi pasien yang masih dirawat mulai berangsur membaik, meski beberapa di antaranya masih mengeluhkan nyeri perut dan demam.
Sementara itu, Camat Camba Kemal Wahyudi mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan buka puasa bersama yang digelar di SMP Negeri 3 Camba.
Ia mengaku sempat diundang menghadiri acara tersebut, namun tidak sempat hadir karena memiliki agenda lain.
“Kegiatan itu dihadiri sejumlah pihak, termasuk Kapolsek Camba, perwakilan pemerintah kecamatan, serta para siswa,” ujarnya.
Kemal menyebut para siswa baru mulai mengalami gejala sakit pada keesokan harinya.
“Keesokan harinya baru ada yang mulai sakit. Belum diketahui apakah benar keracunan atau bagaimana, kita masih menunggu hasil pemeriksaan,” katanya.
Saat ini sampel makanan dari kegiatan buka puasa bersama tersebut telah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan penelitian guna memastikan penyebab kejadian.
Sebagian korban kini dirawat di RSUD Camba. Sebelumnya, sejumlah pasien sempat mendapatkan penanganan di Puskesmas Camba.
“Karena kamar di puskesmas sudah penuh, pasien yang datang kemudian diarahkan ke RSUD Camba. Mudah-mudahan semuanya segera pulih,” tutup Kemal.