Di Balik Sukses IGS 2026, Prokopim Makassar Kawal 41 Delegasi dari 28 Negara

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham saat menyambut salah satu delegasi forum IGS 2026. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Suksesnya penyelenggaraan Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 di Kota Makassar pada 24-25 Juni 2026 tak lepas dari kerja senyap jajaran Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemerintah Kota Makassar.
Di balik rangkaian agenda internasional yang dihadiri 41 delegasi dari 28 negara itu, tim Prokopim menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh kegiatan berjalan lancar, tertib, dan sesuai standar diplomatik internasional.
Mulai dari penjemputan tamu negara di bandara, pengaturan agenda Wali Kota Makassar, koordinasi dengan kementerian dan berbagai instansi terkait, hingga pengawalan delegasi selama berada di Makassar, seluruhnya dikawal secara detail oleh tim protokol.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Makassar, Andi Ardhy Rahadian Sulham, mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh sumber daya untuk mendukung pelaksanaan IGS 2026.
Menurut Ardhy, peran protokol menjadi elemen krusial dalam penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional.

BACA JUGA:
Wali Kota Makassar Jamu Delegasi 28 Negara Berlayar dengan Pinisi, Nikmati Sunset Losari

“Sebelum kegiatan dan selama kegiatan IGS berlangsung, kami memastikan seluruh agenda berjalan sesuai tata acara, tata tempat, dan tata penghormatan yang telah ditetapkan sehingga para tamu dapat merasa nyaman selama berada di Kota Makassar,” kata Ardhy, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan jauh hari sebelum acara digelar. Mulai dari penyusunan skenario kedatangan delegasi, pengaturan transportasi, hingga koordinasi dengan pihak hotel dan penyelenggara kegiatan.
Pada hari pertama pelaksanaan IGS, tim Prokopim melakukan penjemputan Direktur Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri RI, Ani Nigeriawati.
Sementara pada hari kedua, jajaran protokol kembali bertugas menyambut delegasi dari Bulgaria dan sejumlah negara lainnya yang tiba secara bertahap melalui Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Aktivitas penjemputan bahkan berlangsung hingga larut malam. Tim protokol tetap bersiaga untuk memastikan seluruh delegasi memperoleh pelayanan maksimal sejak pertama kali tiba di Makassar.
“Kami telah melakukan persiapan untuk kedatangan para tamu, termasuk pengaturan penjemputan dari bandara menuju hotel. Seluruh kebutuhan tamu kami pastikan terlayani dengan baik agar mereka merasa nyaman selama mengikuti kegiatan di Makassar,” ujarnya.
Tak hanya mengatur transportasi, Prokopim juga mengoordinasikan penggunaan VIP Lounge dan fasilitas jalur cepat (fast track) di bandara bagi tamu tertentu.
Ketersediaan kendaraan VIP, pengawalan, penanganan barang bawaan delegasi, hingga prosesi penyambutan resmi dengan tata krama protokoler menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung.
Sentuhan budaya lokal pun turut dihadirkan dalam proses penyambutan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Sulawesi Selatan kepada para tamu internasional.
Ardhy menuturkan, koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama keberhasilan penyelenggaraan IGS 2026. Prokopim aktif berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri, aparat keamanan, pihak bandara, hotel, hingga panitia pelaksana untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis maupun nonteknis terpenuhi.
“Mengingat kegiatan ini bersifat internasional, kami melakukan koordinasi intensif antarinstansi untuk memastikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari pengaturan penjemputan, pengamanan, hingga pengaturan lokasi kegiatan dan pertemuan,” katanya.
Koordinasi tersebut juga mencakup pengaturan tata tempat di seluruh lokasi kegiatan, mulai dari Benteng Fort Rotterdam, Hotel The Rinra Makassar, kapal pinisi yang digunakan untuk jamuan makan malam, hingga sejumlah lokasi kunjungan delegasi lainnya.
Setiap detail mendapat perhatian khusus. Penempatan kursi delegasi, urutan penyambutan, tata upacara, alur pergerakan tamu, hingga penerapan silent protocol dirancang secara cermat agar seluruh agenda berlangsung tertib tanpa mengurangi kenyamanan peserta.
“Kami memastikan pengaturan tempat duduk, tata acara, mobilisasi tamu, hingga kebutuhan pengamanan berjalan sesuai standar protokol internasional. Semua dilakukan agar para delegasi dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan nyaman dan aman,” ungkap Ardhy.
Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan IGS 2026 menjadi bukti kesiapan Kota Makassar sebagai tuan rumah berbagai agenda internasional di masa mendatang.
Menurutnya, kerja kolaboratif seluruh pihak, termasuk dukungan jajaran Prokopim yang bekerja di balik layar, berhasil menghadirkan pelaksanaan IGS 2026 yang mendapat apresiasi dari para delegasi dan mitra diplomatik yang hadir.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan seluruh tamu terlayani dengan baik, merasa nyaman, dan membawa kesan positif tentang Kota Makassar. Ini menjadi bagian dari upaya memperkuat citra Makassar sebagai kota yang siap menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional di masa depan,” tutupnya.