Arqam Azikin; PDIP Ke DILAN Karena Onasis Batal Maju, Tapi Waspada PKS Berpindah

Dr. Arqam Azikin - Pengamat Politik dan Kebangsaan

Arqam Azikin mengurai analisisnya di Pilwali Kota Makassar 2020: Danny Pomanto – Fatmawati, hanya bisa tumbang jika terjadi head to head. Posisi DILAN dan Appi, rawan teralienasi. PDIP belum cukup mengusung DILAN, Appi masih nihil rekomendasi Parpol.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Dinamika dan situasi politik, jelang Pilwalkot 2020 nanti, semakin seru. Para bakal calon masih gencar lobby mencukupkan koalisi partai pengusung, minimal 10 Kursi DPRD Makassar, untuk mendapatkan ticket mendaftar di KPU, awal September, nanti.

Danny-Fatma, yang semula diprediksi kandas – karena partainya terancam dibegal – kini makin mantap bersama Nasdem-Gerindra. Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota, Danny Pomanto – Fatwamati Rusdi, sudah mengantongi Remomendasi Model B 1 KWK dari Nasdem dan Gerindra. Kolaisi pengusung DP-Fatma, sudah kelar.

Pengamat Politik dan Kebangsaan Universitas Muhammadiyah, Dr. Arqam Azikin, menilai, pasangan DP-Fatma sudah kokoh dengan koalisi Nasdem-Gerindra. “Terlepas dari kontroversinya, DP-Fatma, sudah cukup dengan koalisi Nasdem-Gerindra. Susah dibendung lagi,” ujar mantan aktivis Pers Mahasiswa Indonesia, itu.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Komunikasi, Universitas Hasanuddin ini, menganggap pasangan DP-Fatma, juga paling kuat di Pilwalkot Makassar Jilid Dua nanti. Arqam bilang, indikator kekuatan DP-Fatma adalah hasil survey, elektabilitas DP-Fatma unggul jauh di atas bakal calon yang lain. “Apalagi pasangan DP-Fatma, diusung koalisi Nasdem-Gerindra. DP hanya bisa dikalahkan jika terjadi head to head. Sebagai petahana, pengaruh DP masih mengakar di tingkat RT-RW,” kata Arqam.

Ditanya peluang terjadinya head to head nanti, Akademisi Universitas Muhammadiyah ini, mengatakan jika skenario head to head bisa saja terwujud. Pasangan Irman Yasin Limpo (None) – Andi Zunnun yang diusung oleh Golkar dan PAN, sudah cukup untuk maju. Bahkan, Arqam mengaku membaca gejala, jika PKS yang diklaim Deng Ical – Fadli Ananda – yang memakai tagline DILAN – itu, justru cenderung merapat ke None-Zunnun.

“Yang menarik, hari ini, 17 Juli 2020, kita cermati keluarnya Rekomendasi PDIP. Karena Onasis telah membatalkan diri maju di Pilwali Makassar, barulah DILAN bisa bernafas legah untuk mendapatkan PDIP,” ujar Arqam.

Alumni Mahasiswa Bela Negara ini, menuturkan hasil pengamatannya. Bahwa, posisi PDIP, di lain sisi, DILAN juga mesti waspada adanya potensi besar PKS keluar dari koalisi pengusungnya. “Ini disebabkan penolakan keras Fraksi PKS DPR RI terhadap RUU HIP yang Ketua Panjanya dari Fraksi PDIP. Sebab “politic effect” itu dapat berimbas ke daerah melalui usungan, mempengaruhi arah pilkada di Sulsel,” ujar dosen ilmu komunikasi ini.

Arqam Azikin menambahkan, adanya perubahan situasi dukungan PKS tersebut, perlu antisipasi cepat oleh DILAN dalam mencukupkan koalisi Parpol pengusungnya, agar tetap mencukupkan syarat minimal 10 kursi parlemen. “Jika hanya mengatongi Rekomendasi PDIP saja, otomatis, DILAN tidak memenuhi syarat koalisi, dan terancam teralienasi,” ujarnya.

Untuk sementara, menurut Arqam, baru pasangan DP-Fatma dan None-Zunnun yang fix  memenuhi syarat koalisi Parpol dan jumlah kursi parpol pengusung. Justru Arqam khawatir, posisi Munafri “Appi” Arifuddin yang disebut-sebut akan berpasangan dengan Abdul Rahman Bando, belum memiliki satu pun rekomendasi Parpol. “Demokrat dan PPP yang diklaim ke APPI, belum menerbitkan rekomendasinya, baru sebatas penjajakan. Artinya, bisa saja Demokrat memilih None-Zunnun atau DILAN,” kata Arqam.

Arqam memperkirakan, dalam satu bulan ke depan, para bakal calon walikota dan wakil walikota, akan berupaya mencari peluang menggaet dukungan Parpol, baik untuk mencukupkan minimal 10 kursi maupun menambah “semangat politiknya” berlomba mengambil Parpol lebih banyak sebagai antisipasi politik.

“None-Zunnun punya potensi menggarap Parpol yang tersisah, agar bisa berhadapan head to head dengan DP-Fatma. Kalau skenario ini terjadi, maka peluang None-Zunnun memenangkan Pilwali Makassar 2020, terbuka lebar,” ujarnya.

Bahkan, kepada menitindonesia.com, Arqam menyampaikan analisis dan prediksinya, jika Pilwalkot nanti hanya maksimal diikuti oleh tiga pasangan calon, yakni DP-Fatma, None Zunnun dan Appi-Bando atau DILAN. “Appi atau Dilan, salah satunya akan tersingkir,” tutur Arqam.


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini