Nurdin Halid, None-Zunnun Ngopi di Phunam, Wajah Mereka Senang, Arqam Azikin: Banyak Kejutan di Pilwali Makassar

Irman Yasin Limpo (None) Bersama Andi Zunnun ngopi bersama di Phunam Panakukang, Makassar

Saat suasana Politik jelang Pilwali 2020 gaduh, None-Andi Zunnun bersama Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, HAM Nurdin Halid, justru datang ngopi di Warkop Phunam Panakukang. Mereka nampak senang-senang saja. 

menitindonesia.com, MAKASSAR – Warkop Phunam tiba-tiba diramaikan ngopi pagi bareng Ketua DPD I Partai Golkar Nurdin Halid, yang juga dihadiri pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota, Irman “None” Yasin Limpo – Andi Zunnun, yang berpotensi maju dan head to head melawan Mohammad Ramadhan “Danny” Pomanto – Fatmawati Rusdi, di ajang Pilwali Jilid Dua Kota Makassar.

Sebelumnya, Pengamat Politik dan Kebangsaan Universitas Muhammadiyah, Dr. Arqam Azikin, menguraikan analisis politiknya, bahwa None-Zunnun, berpotensi membegal beberapa partai untuk menambah koalisi Parpol pengusungnya. PKS, menurut dosen ilmu komunikasi politik ini, menangkap gejala, jika PKS akan beralih ke None-Zunnun.

Suasana Ngopi Bareng NH dan None – Zunnun.

Menurut Arqam, PDIP pun juga sebenarnya melirik potensi pasangan None-Zunnun. Nah, apakah kehadiran None bersama Andi Zunnun didampingi NH ke ke warkop dengan aura wajah senang, menandakan jika mereka berhasil menambah koalisi, selain Golkar-PAN dan PKS? Arqam tak berani berspekulasi.

Namun, Arqam tidak memungkiri, bahwa survei Danny Pomanto yang saat ini unggul, sangat berpotensi dikalahkan jika head to head terjadi. Indikatornya, kekuatan politik yang resisten ke Danny, akan solid ke None-Zunnun.

Mantan Aktifis Pers Mahasiswa Indonesia ini, menguraikan, bahwa kekuatan Nurdin Halid di Makassar, akan menyatu dengan IAS dan Syahrul Yasin Limpo. Bisa jadi Jusuf Kalla juga karena tak mempunyai pilihan lain, maka ikut menyokong None-Zunnun.

Alasan Arqam, kristalisasi kekuatan tokoh tersebut, mudah terkonsolidasi karena selama ini, adanya komunikasi yang tidak efektif yang dilakukan oleh DP yang dianggap menyepelekan tokoh-tokoh nasional. “Jadi keunggulan Survei DP, masih rapuh,” ujar Alumni FISIPOL jurusan komunikasi Universitas Hasanuddin, itu.

Arqam Azikin – Pengamat Politik Unismuh

Arqam Azikin juga membeberkan analisis potensi Deng Ichal-Fadli Ananda – yang memakai tagline DILAN 2020 – itu. Alumni Kursus Mahasiswa Bela Negara ini, bilang, DILAN juga punya potensi kekuatan yang tak bisa diremehkan. Sosok Deng Ichal, juga memiliki akar di grass rooth, pemilih di bawah. Apalagi,  kehadiran IAS secara demonstratif mendukung pasangan DILAN, menjadi kekuatan yang tak boleh diremehkan oleh DP.

Jika Munafri “Appi” Arifuddin yang disebut-sebut akan menggandeng Abdul Rahman Bandaso, berhasil maju dan mencukupkan koalisi Parpol pendukungnya, hanya berpotensi menjadi destroyer yang menggangu perolehan suara DILAN maupun None-Zunnun. “Ini yang diharapkan DP, agar dia mudah menang karena lawannya terbelah tiga,” tutur mantan demonstran era 1990-an itu.

Alasan Arqam Azikin tidak memperhitungkan potensi Appi-ARB, karena menurutnya, Pilwali Makassar Jilid Satu, lalu, melawan kotak kosong saja, Appi yang kala itu berpasangan dengan Cicu, keok dan menanggung malu. “Dia satu-satunya Paslon Pilkada yang ditekuk oleh Kotak Kosong. Appi susah dibranding, karena sejarah politik Pilwali Jilid Satu susah dihapus dari memori publik,” ujar Arqam.

Begitulah. Akhirnya Angin segar politik berhembus ke pasangan None-Zunnun. Bisa jadi, wajah sumrigah NH, None dan Zunnun saat ngopi di Phunam pagi tadi (17/07), karena mereka merasa plong dan mantap.

Yang pasti, pasca beredarnya video viral DP melecehkan tokoh dan kontroversinya khianati komitmen bersama Andi Zunnun, membuat publik bersimpati ke Nurdin Halid yang nota bene telah membangun koalisi barunya yang mengusung None-Zunnun.   (tim nabila)

 



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini