Disebut Calon Kuat Pimpin Golkar Sulsel, Pakar Hukum Unhas Sarankan Supriansa Rangkul Kadir Halid

Prof Dr. Aminuddin Ilmar, SH, MH - Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Makassar.

Santer beredar kabar jelang Musda Golkar Sulsel ke X, Diskresi Airlangga Hartarto akan diberikan ke Supriansa. Pakar Hukum Unhas, Profesor Aminuddin Ilmar, mengapresiasi langkah Airlangga Hartarto menunjuk Supriansa sebagai pengganti Nurdin Halid. Namun, Ilmar menyarankan agar Supri merangkul Kadir Halid. Alasannya, jika Musda dilepas -tanpa diskresi- peluang Kadir paling besar.

Laporan: Nabila

menitindonesia.com, MAKASSAR – Prof Dr. Aminuddin Ilmar, SH, MH, mengapresiasi figur Supriansa yang ramai diperbincangkan akan ikut memperebutkan kursi ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Selatan, pada Musda ke X, akhir bulan Juli, nanti.

Pakar Hukum Tata Negara, Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu, bilang jika sudah lama mengenal sosok Anggota Komisi III DPR RI itu. Mendengar nama Supriansa santer disebut-sebut sebagai calon kuat Ketua Partai Golkar Sulsel menggantikan HAM Nurdin Halid, dinilainya sebagai hal yang wajar dilakukan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, dengan adanya pemberian diskresi nanti.

Menurut Sekretaris Jenderal Badan Kerjasama Pembangunan Sulawesi Selatan (BKPSS) ini, menganggap kemunculan nama Supriansa di bursa Calon Ketua Golkar, sebagai hal yang sah saja, karena  Partai Golkar ingin melihat perbaikan kepengurusan partai di Sulawesi Selatan.

Penulis Buku “Hukum Tata Pemerintahan” ini, bilang, jika Airlangga Hartarto memberikan diskresi kepada koleganya itu, maka itu sudah menjadi pertimbangan yang matang, karena dia meyakini Supriansa memiliki dedikasi, loyalitas dan tanggungjawab yang tinggi.

Profesor Aminuddin Ilmar menambahkan, bahwa Partai Golkar Sulsel saat ini, memang perlu melakukan pembaharuan kepengurusan agar tata kelolah partai bisa lebih modern ke depan.

Supriansa, SH, MH – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Menurutnya, tanpa diskresi dari Airlangga Hartarto, Supri -begitu pendiri Makassar Intelektual Law ini biasa dipanggil- akan terkendala syarat AD/ART Partai Golkar, yang mensyaratkan calon Ketua Golkar pernah menjadi Pengurus Golkar minimal lima tahun. Kepengurusan Supri di Partai Golkar, masih seumur jagung, belum cukup satu tahun.

“Kecuali kalau ada diskresi dan intervensi Ketua Umum, Supri baru memenuhi syarat dan peluangnya terbuka lebar. Namun, Supri harus tetap menjaga komunikasi dengan Nurdin Halid dan semua faksi yang ada di Golkar, kalau ingin Golkar lebih maju lagi,” ujar pakar ini, menyarankan.

Diketahui, beberapa kader Golkar yang siap berebut Ketua Golkar Sulsel di ajang Musda nanti selain Supriansa, masing-masing Hamka B Kady (Anggota DPR RI), Syamsuddin Hamid (Bupati Pangkep), Taufan Pawe (Walikota Parepare), Andi Fashar Padjalanngi (Bupati Bone) Andi Rio Padjalangi (Anggota Komisi III DPR RI), Emir Baramuli (Pengusaha), Kadir Halid (Pengurus DPD I Golkar Sulsel), dan Syamsul Mallarangeng (Kader Golkar).

Tak dielak oleh Dosen Fakultas Hukum Unhas itu, bahwa nama-nama di atas masing-masing mempunyai kans yang sama. Namun, ia menilai, dalam dinamika politik internal Golkar, yang harus diutamakan adalah kompromi politik, agar Partai Golkar Sulsel tidak terbelah menjadi faksi-faksi yang berseteru.

Salah satu kompromi yang paling tepat dilakukan jelang Musda, menurut Profesor kelahiran Sengkang, 16 September 1964 itu, adalah saling merangkul. Jika ada diskresi Airlangga, maka wajib diskresi itu diamankan oleh peserta Musda, dengan aklamasi.

Ia juga menyarankan, jika mulai saat ini, Supri melakukan komunikasi politik dengan Kadir Halid dan kandidat lainnya. Menurut Profesor yang gemar menulis buku ini, Kadir Halid mesti diberi posisi sebagai Ketua Harian, alasannya, karena Supri pasti akan lebih banyak di Jakarta, nanti. “Duet Supriansa – Kadir Halid dibantu oleh sekretaris dan pengurus lainnya, akan menjadi semangat baru Partai Golkar Sulsel. Ini sangat ideal, mengingat Golkar pemenang pemilu di Sulsel, dibutuhkan kepengurusan yang enerjik dan kompak,” ujar Prof Ilmar. (tim-nabila)



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini