Upah di Bawah UMP, Angkasa Pura I Didemo Buruh

Jalan Poros Maros-Makassar macet total. Pengguna jalan kesalkan sikap GM Angkasa Pura yang mengabaikan pengunjuk rasa. (Foto: ade_menit)
Buruh merasa ditindas – Pekerja bandara demo AP I karena selisih gaji mereka Januari 2021, tak dibayar hingga kini, dan upah yang diberlakukan di bawah UMP. “GM AP I tidak mau tahu dan melakukan pembiaran,” kara Arsyaf.
menitindonesia, MAKASSAR – Sekitar 500 lebih massa berunjuk rasa di Jalan Poros Maros-Makassar, tak jauh dari Kantor PT Angkasa Pura I, Kompleks Bandara Lama Sultan Hasanuddin, Maros, Rabu (3/2/2021).
Massa pengunjuk rasa dari kalangan pekerja ini, protes atas kasus penindasan terhadap mereka yang diduga dilakukan oleh PT Angkasa Pura (AP) I.
Koordinator unjuk rasa pekerja AM Arsyaf, bilang aksi tersebut dilakukan karena pekerja tidak bisa menerima tindakan sewenang-wenang yang dilakukan pengelolah Bandara Sultan Hasanuddin terhadap komunitas pekerja Bandara.
Menurut Arsyaf, selama ini, pihak Angkasa Pura I dan Angkasa Pura Support (anak perusahaan PT Angkasa Pura I) mengupah tenaga kerja dengan upah di bawah standar UMP.
Tak hanya mengupah rendah di luar ketentuan undang-undang, kata Arsyaf, PT AP I juga tidak mau membayarkan sisah upah pekerja, terhitung sejak bulan Januari 2021.
“Ini adalah penindasan terhadap tenaga kerja, hak-hak normatif kami dirampas. Kami telah dizalimi oleh manajemen PT AP I dan anak perusahaannya,” teriak Arsyaf
Dia juga meminta Kepala Polda Sulsel, Irjen Pol Merdisyam, segera memanggil dan memeriksa General Manajer PT AP I, Wachyudi, karena telah menindas dan merampas hak-hak normatif pekerja di kawasan Bandara.
“GM Angkasa Pura harus bertanggung jawab, jangan sewenang-wenang dan merasa kebal hukum, sehingga seenaknya melakukan intimidasi kepada pekerja,” ujar Arsyaf
Unjuk rasa pekerja bandara ini berlangsung sejak pagi jelang siang. Meskipun jalan poros Maros-Makassar macet total, pihak AP I belum menanggapi aspirasi para pekerja itu
Koordinator aksi, AM Asyraf, mengatakan, unjuk rasanya ini sebagai bentuk perlawanan terhadap tindakan sewenang-wenang yang dilakukan kedua pengelola bandara itu.
“Kami minta kepada Polda Sulsel agar mengusut tuntas persoalan ini, juga kepada general manager PT Angkasa Pura I untuk bertanggung jawab atas tindakan intimidasi kepada pekerja,” katanya.
Para buruh ini juga meminta agar pihak PT AP I dan PT Angkasa Pura Support Cabang Makassar menuntaskan selisih gaji pekerja pada Januari 2021.
“Bukan cuma selisih, selama ini upah pekerja tidak sesuai UMP yang telah ditetapkan oleh Gubernur,” tuturnya.
Sampai saat ini, aksi unjuk rasa tersebut masih berlangsung. Para buruh tersebut menutup akses jalan menuju kota Makassar dan membakar ban bekas. Kemacetan panjang terjadi sejak pagi.
Hingga berita ini ditayangkan, Wachyudi tidak memberikan konfirmasi dan tidak ada upaya membuka dialog dengan para perwakilan pekerja.
Beberapa pengguna jalan yang terganggu akibat macetnya jalan poros Maros-Makassar, menyesalkan sikap GM AP I, Ir Wachyudi, yang tidak memiliki kecerdasan emosional.
Salah satu pengendara menggerutu. “Seharusnya itu Angkasa Pura I terima saja ini pengunjuk rasa, karena jalan sudah macet. Kalau mereka tidak diakomodir bertemu, yang korban kan warga yang tidak tahu masalah,” ujar warga. (Indra jaya pratama)


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini