Kecewa Deviden PD Parkir Makassar Rendah, Danny Pomanto: Maaf Saya Akan Bubarkan Sejumlah BUMD

Walikota Makassar Danny pomanto. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto, berencana akan membbarkan sejumlah Badan Usaha Milik Daerah dalam lingkup Pemerintah Kota Makassar.
“Ini harus dilebur dan dijadikan satu holding perseroan daerah atau Perseroda. Tujuannya agar lebih mandiri dan berkonstribusi bagi pendapatan daerah,” kata Danny Pomanto usai mengikuti rapat di DPRD Kota Makassar, Senin (15/11/2021), kemarin.
Lanjut, Danny mengatakan, selama ini BUMD terkesan hanya menetek saja di Pemkot dan tidak berkonstribusi bagi PAD. Ke depan, kata dia, BUMD harus mandiri.
Selain itu, Danny mengaku, akan memberikan fungsi dan peran yang lebih besar kepada Perseroda yang baru, agar dapat mengembangkan usahanya secara profesional.
“Kalau Perseroda bisa secara profesional, kira-kira di parkir seperti sun parking dia operasional perparkiran terpadu itu bisa lebih banyak duitnya,” jelasnya.
Diketahui sejumlah BUMD yang bakal dilebur menjadi perseroda diantaranya perumda parkir, Perumda Pasar Makassar Raya, Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR), PD Terminal dan Rumah Potong Hewan (RPH).
Danny juga menyoroti kinerja Perumda Parkir Makassar Raya. Dalam pandangannya, potensi parkir sangat besar, tetapi konstribusinya minim.
“Hasil keuntungan setoran dividen atau bagi hasil keuntungan ke pemerintah jauh lebih kecil. Jadi ini patut dipertanyakan,” ungkap Danny.
Ia juga mengungkapkan, potensi parkir di Kota Makassar Rp1,2 triliun dan modal yang dikucurkan hampir Rp2 Triliun untuk menambah motor dan mobil, sementara yang disetor PD Parkir Makassar Raya hanya Rp.100 juta.
“Coba bayangkan, kita sudah habiskan hampir Rp2 Triliun, yang disetor parkir, Rp100 juta, itu nol koma sekian persen,” ucapnya.
Danny menjelaskan skema lanjutan setelah perubahan status Perumda. Bakal dikelola unit pelaksana teknis daerah (UPTD). Menurutnya, banyak inovasi yang dapat didorong dalam mengoptimalkan dividen.
“Fungsi UPTD kita akan maksimalkan nanti, kalau ini sudah terbentuk itu semua penghasilan parkir masuk 100 persen ke APBD dan PAD. Apalagi nanti kita akan pakai sistim digital. Untuk itu saya akan kirim orang belajar di incorporate,” pungkasnya. (andi esse)