Yakin Ekonomi Maros Akan Tumbuh Pesat, To Wadeng: Jangan Khawatir, Perdagangan dan UMKM Akan Bangkit

Kadis Kpundag dan UMKM Maros, To Wadeng, SH. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAROS – Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Maros, To Wadeng, SH, mengatakan, masyarakat Maros tidak usah galau dengan rendahnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Maros hingga urutan ke 23 dari 24 Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi bukan mejadi indikator sukses tidaknya urusan penyelenggaraan pemerintahan. Tapi memang, lanjut To Wadeng, kondisi ekonomi setelah Pandemi Covid-19, membuat banyak daerah mengalami penurunan pendapatan karena adanya efek krisis.
“Setelah kondisi pulih nanti, ekonomi akan tumbuh kembali di Maros. Sejak pemerintahan Pak Chaidir Syam, yang paling menjadi perhatiannya dalam RPJMD Maros 2021-2026, yakni pengembangan UMKM, membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri kreatif di tengah masyarakat,” kata To Wadeng saat ditemui di ruangan kerjanya, di Kantor Bupati Maros, Lantai II, Rabu (9/3/2022) .
Dia juga mengungkapkan, sejak tahun 2020, setelah terjadi Pandemi Covid-19 dan adanya pembatasan aktifitas masyarakat akibat tingginya sebaran wabah, pertumbuhan ekonomi Maros sempat mengalami minus hingga 12 persen. Hal itu, ungkap To Wadeng, disebabkan oleh menurunnya produksi industri semen dan rendahnya aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin Maros.
“Karena penerbangan dibatasi di Bandara, juga rendahnya produksi semen Bosowa, dan industri lainnya juga banyak yang gulung tikar, tentu sangat berpengaruh dengan perputaran ekonomi. Semua daerah, terutama yang mengandalkan industri tertentu, mengalami ini,” ujar To Wadeng.
Dia menambahkan, setelah aktifitas di Bandara Sultan Hasanuddin Maros pulih dan kembali ramai, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022, sesuai data yang ada, kembali bangkit dan tumbuh . Misalnya, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) naik dari Rp18,2 triliun menjadi Rp19 triliun.
“Jadi jangan khawatir, pertumbuhan ekonomi akan segera bangkit di Maros. Termasuk konstribusi UMKM dan pertanian akan memicu pertumbuhan nanti selain sektor bandara. Tunggu saja hasilnya, UMKM akan menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi karena lapangan kerja perlahan terbuka dan ekonomi kerakyatan bangkit,” jelas mantan Kepala Bappeda Kabupaten Maros ini.
Selain itu, dia menegaskan, kesalahan yang pernah terjadisebelumnya  adalah mendahulukan kepentingan indsutri besar yang rapuh ketimbang mendorong UMKM berkembang. Padahal, menurut To Wadeng, ketika industri mengalami krisis, pertahanan ekonomi justru ada pada UMKM, bukan pada industri besar yang malah melakukan PHK secara massif.
“Ini menjadi pelajaran. Hikmahnya, Pemkab Maros sekarang, sangat konsen mendorong UMKM berkembang. Kami sudah melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM, mengadakan pelatihan kewirausahaan, pengemasan produk yang sesuai selera pasar, dan menciptakan pangsa untuk produk UMKM,” ungkap To Wadeng.
Dia berharap masyarakat tidak mempolitisasi posisi Maros pada pertumbuhan ekonomi terendah di Sulawesi Selatan.
“Setahun pemerintahan Bupati, Pak Chaidir Syam, arah pembangunan ekonomi Maros sudah tepat, memberdayakan UMKM. Pemkab Maros saat ini juga konsen membangkitkan sektor perdagangan di Pasar Tramo,” ujarnya.

Menata Pasar Tramo Maros

Menyinggung penataan Pasar Tradisional Modern (Tramo), To Wadeng mengungkapkan rencana Pemkab Maros membuat pesar tramo dalam waktu dekat menjadi pusat perdagangan di Kabupaten Maros agar segera mempercepat laju perputaran uang dan pertumbuhan ekonomi.
“Kami sementara menata dan berupaya memindahkan pedagang di pasar lama ke Pasar Tramo. Kendalanya sisah menghadapi provokator yang memang sengaja agar proses pemindahan pedagang ke Pasar Tramo gagal, karena mereka punya kepentingan. Tapi Insya Allah, ini akan segera kami atasi,” pungkasnya. (roma)