Jalan Sehat 25 Tahun Reformasi Dihadiri 25 Ribu Peserta, Pius Lustrilanang: Reformasi Mengajarkan Kita Keberagaman

Aktivis 98, Pius Lustrilanang. (ist)
menitindonesia, JAKARTA – Perayaan 25 tahun reformasi yang dilaksanakan oleh Yayasan Aldera dibanjiri peserta. Diperkirakan oleh panitia, peserta mencapai sekitar 25 ribu orang di Lapangan Olah Raga DPR RI, Minggu (21/5/2023).
BACA JUGA:
Gubernur Sulsel Ramaikan Jalan Sehat Anti Mager, Hadir Ketua KPI Pusat
Panitia menyebutkan, bahwa peserta jalan sehat yang bertemakan “Roemah Djoang Reformasi Memanggil” ini berdatangan dari berbagai daerah dan provinsi di Indonesia.
Dalam acara ini, Panitia menyediakan doorprize yang menarik, yakni 2 unit mobil Sigra 10 DMT, tiket umroh, dua sepeda motor Mio M3, dan sejumlah hadiah hiburan lainnya berupa laptop, puluhan handphone dan puluhan sepeda.
BACA JUGA:
Survei Prabowo Salip Ganjar, Peneliti LKP: Berkat Jokowi Effect
Sekjen Aliansi Demokrasi Rakyat (Aldera) pada era tahun 1993-1999, Pius Lustrilanang, mengatakan jalan sehat reformasi memanggil ini, untuk merayakan momen yang paling bersejarah, yaitu peringatan 25 tahun reformasi di Indonesia.
“Reformasi telah menjadi tonggak penting dalam sejarah menuju masyarakat yang lebih adil, demokratis dan berkeadilan,” kata Pius Lustrilanang sebelum melepas peserta jalan sehat reformasi.
25 tahun yang lalu, tepatnya 21 Mei 1998, lanjut Pius, rakyat Indonesia bersama mahasiswa bersatu dengan tekad yang kuat untuk mengakhiri rezim otoriter yang telah berkuasa selama lebih dari tiga dekade.
“Suara-suara kebebasan, keadilan dan demokrasi bergema di seluruh negeri memicu perubahan yang mendalam dan menandai bangkitnya era baru,” ujar aktivis yang pernah diculik oleh rezim Orde Baru itu.
Pius juga mengingatkan akan pentingnya kebebasan dan hak asasi manusia. Menurutnya, reformasi menegaskan bahwa suara rakyat adalah kekuatan terbesar yang mampu membentuk nasib bangsa ini.
“Setelah 25 tahun, kita menyadari bahwa demokrasi bukanlah tujuan akhir, tetapi proses yang terus menerus harus dipelihara dan diperkuat,” ucapnya.
Menurut Pius, reformasi juga memberikan tantangan bagi para aktivis untuk memastikan pemerintahan yang jujur dan responsif terhadap kebutuhan rakyat. Bahkan, kata dia, reformasi juga mengajarkan tentang pentingnya persatuan dan keragaman dalam menghadapi perubahan.
“Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, budaya dan latar belakang yang berbeda. Reformasi mengajarkan kita untuk menerima perbedaan dan membangun kesepahaman bersama untuk persatuan bangsa,” ujarnya.
Semua peserta jalan sehat mengenakan pakaian hitam-hitam dengan melalui rute keliling senayan dan semanggi. (andi endeng)