Indonesia Gas Full Hilirisasi Nikel, Direktur PILHI Dorong Pemerintah Akuisisi Saham PT Vale

Direktur Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Direktur Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi, mengatakan, pemerintah Indonesia harus terus berupaya menggenjot program hilirisasi nikel untuk pengembangan industri baterai kendaraan listrik di tanah air. Menurut dia, salah satu upaya yang paling strategis ialah melakukan divestasi saham PT Vale Indonesia Tbk.
“Kan pemerintah punya BUMN holding pertambangan, Mind Id, ini harus didorong mengakuisisi saham PT Vale. Kalau itu dilakukan, sangat bagus untuk program hilirisasi yang digaungkan Presiden Jokowi, sebagai bagian pemasok utama industri baterai kendaraan listrik,” kata Syamsir Anchi saat dimintai komentarnya di Makassar, Senin (17/7/2023).
BACA JUGA:
Respon Orasi Politik Surya Paloh di GBK, Presiden Jokowi: Semua Akan Dimaksimalkan, Termasuk Pemberantasan Korupsi
Demonstran dan Aktivis 98 ini menyarankan pemerintah tidak setengah hati melakukan divestasi saham untuk memastikan program hilirisasi komoditas nikel aman. Menurut dia, pemerintah harus berupaya agar Indonesia menjadi bagian dari global suplay chain produksi baterai dunia. “Jadi harus mulai dari sekarang mengembangkan ekosistim baterai EV,” katanya.
BACA JUGA:
Hari Jadi ke-354 Usung Spirit Sulsel Andalan Indonesia, Ini Maknanya
Penambangan nikel di Sulawesi 750x375 1
Pengerukan ore nikel di salah satu lahan tambang nikel – Syamsir Anchi menyebut Indonesia memiliki deposit nikel terbesar di dunia. (ist)
Syamsir Anchi juga menyebut jika Indonesia merupakan negara terbesar di dunia yang memiliki sumber daya alam nikel sehingga sangat wajar jika menjadi bagian utama dari rantai pasok utama produksi baterai kendaraan listrik dunia. “Kita punya cadangan nikel 26 persen dari cadangan di dunia. Ini yang terbesar,” ujarnya.
Menurut dia, Vale bisa menjadi bagian penguatan untuk industri baterai dan menjadi bagian dari global suplay chain. “Vale harus diintegrasikan dalam pengembangan downstream industri baterai,” jelasnya.
Diketahui, kontrak karya PT Vale akan berakhir pada tanggal 25 Desember 2025 mendatang. Di akhir masa kontraknya, Kementerian BUMN menyampaikan adanya rencana pelepasan saham PT Vale Indonesia kepada pihak Indonesia, yakni holding BUMN tambang, Mind Id.
Syamsir Anchi mengatakan, peluang pemerintah mengambil alih saham PT Vale terbuka lebar. “Apalagi nanti PT Vale harus melakukan divestasi sahamnya sebagai salah satu syarat perpanjangan kontrak karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Jadi jangan setengah hati. Gass full saja, masa Freepot bisa, Vale tidak,” pungkasnya. (AE)