Usia Baru 36 Tahun, Gibran Bisa Nyapres, MK Kabulkan Syarat Capres-Cawapres Pernah Kepala Daerah

Foto: Gedung Mahkamah Konstitusi.
menitindonesia, JAKARTA – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman, mengumumkan hasil sidang putusan uji materiil Pasal 169 huruf q Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu terkait batas usia capres dan cawapres, di ruang Sidang Pleno Gedung MK, Jakarta Pusat, Senin (16/10/2023).
Dalam perkara nomor 90/PUU-XXI/2023, uji materiil ini diajukan oleh mahasiswa atas nama Almas Tsaqibirru Re A. Permohonan ini diterima pada 3 Agustus 2023, lalu. Pemnohon ingin mengubah usia capres-cawapres minimal 40 tahun atau berpengalaman sebagai Kepala Daerah baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota.

BACA JUGA:
MK Tolak Uji Materi Batas Usia Capres-Cawapres, Gibran Batal Dampingi Prabowo
BACA JUGA:
Danny Pomanto Bicara Kebijakan Pj Gubernur Bahtiar: Buat Sulsel Berlari Cepat dan Lebih Segar

“Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian. Menyatakan Pasal 169 huruf q UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, dst, selengkapnya berbunyi, ‘Berusia paling rendah 40 tahun atau pernah/sedang menduduki jabatan yang dipilih melalui Pemilihan Umum termasuk Pemilihan Kepala Daerah,” kata Anwar Usman.
Dia meneruskan, MK memerintahkan penguatan keputusan ini dalam berita negara Indonesia sebagaimana mestinya.
Setelah adanya keputusan MK tersebut, maka persyarakat terhadap Wali Kota Solo, Gibrang Rakabuming Raka yang berusia 36 tahun itu, sudah bisa menjadi cawapres. Putra sulung Presiden Joko Widodo ini, sedang menjalani tugas sebagai Wali Kota Solo.
Dikonfirmasi kepada Gibran terkait keputusan MK ini, dia mengatakan, pihaknya tidak bisa mengomentari mengenai hasil rapat MK. “Tanya langsung ke MK, tadi kan baru selesai rapat,” katanya. (AE)