Cerita Seorang Jurnalis Jauh dari Keluarga Lalu Anaknya Kecelakaan hingga dapat Pertolongan Allah

FOTO : Hamdi Mannaroi Mengabarkan Kondisi Anaknya yang Mendapat Perawatan Medis
menitindonesia, MAKASSAR – Seorang Jurnalis Bernama Hamdi Mannaroi belum lama ini mengabarkan sebuah kisah yang cukup membuatnya cemas lantaran dirinya yang tengah berada di Kabupaten Bulukumba, tetiba mendapat kabar menyebutkan bahwa anaknya bernama Nada mengalami kecelakaan lalulintas.
Mendapat kabar itu Hamdi pun dalam kondisi kebingungan. Dirinya yang harus menyelesaikan beberapa pekerjaan di Kantor Radar Selatan. Namun nada ponsel nya terus berdering membuatnya gemetar. Bahkan merasa sesak nafas mendengar suara diseberang (Makassar) mengabarkan bahwa anaknya kecelakaan seraya berdoa dengan lapaz La haula wala quwwata illa billah.
“Suasana masih sangat pagi saya mendapat telepon masuk pada Kamis (22/2/2024), kabarnya kalau katanya anakku kecelakaan lalulintas. Saya pun langsung drop debaran jantungku cukup kencang. Bahkan nafasku sesak. Tapi saya masih sempat mengingat sangkuasa sampai melafazkan La haula wala quwwata illa billah,” ujar Hamdi,” Minggu (25/2/2024).
Dengan melafazkan doa tersebut dirinya pun mendapat kekuatan sembari meminta tolong ingin bicara dengan anaknya bernama Nada walau hanya sebentar saja. “Itu nada hatiku menyampaikan perihal apa yang saya alami dan memohon ke sang kuasa. Alhamdulillah aku mendapat bisikkan menyebutkan bahwa Allah jaga anakku (Nada) dan juga bilang jangan takut bersalawat nak,” ucap Hamdi.
Tidak lama berselang kata dia, dirinya pun menghubungi beberapa nomor kontak dan menyampaikan untuk segera ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo” Alhamdulillah beberapa diantaranya yang saya sampaikan untuk mengarahkan ke RS Wahidin Sudirohusodo. Itu mereka mendatanginya. Saya pun lalu salat dan berdoa. Maha Besar Allah. Saya dapat kabar jika anak saya sudah dirumah,” katanya.
Hamdi pun tak henti-hentinya melafadzkan Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar, “Anakku (Nada) sudah di rumah. Sudah bisa rawat jalan. Saya pun mulai punya kekuatan untuk mengingat-ingat seluruh kejadian. Terima kasih tak terhingga untuk dr Yudi Wachyudi Muchsin, dr Muji Iswanty dan suami, dr Nasrullah dan tim di IGD yang sudah sangat cepat dan maksimal memberikan pertolongan,” ucapnya sembari berterima kasih.
Kepada saudaraku, sahabatku sejak di kampus UMI Dr Irfan Yahya dan istri yang mendampingi Nada dan memberi kekuatan sebelum masuk ruang operasi, saudaraku Anggareksa Angga Weeser wakil ketua ACC Sulawesi yang mengurus banyak hal. Fajrie Vajo Direktur LBH Pers, sahabatku sejak SMP Anto Hafied dan sahabatku yang turun tangan.
Tak lupa juga Om aji Musakkar Mading, ponakanku Jusna, Wana, Tari dan Sofyan, para tetangga di Batangase Maros yang sudah selayaknya keluarga. Dan tim lakalantas Toddupuli Makassar. “Hormatku, doaku dan cintaku untuk semuanya. Saya tak pantas mengeluh. Apalagi bersedih terlalu banyak kebaikan yang Allah kirimkan. Musibah ini adalah ujian, juga nasehat,” ucapnya sembari menutup.