Akbar Endra Sarankan Ian Latanro Maju di Pilkada Enrekang Berpasangan Mitra Bando

FOTO: Ian Latanro dan Mitra Bando. Dinilai layak berpasangan di Pilkada Enrekang. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Aktivis 98 yang juga sahabat Ian Latanro, Akbar Endra, menyarankan Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat ini, maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati Enrekang, yang akan digelar 27 November 2024, mendatang. Menurut Akbar Endra, Kabupaten Enrekang saat ini membutuhkan pemimpin yang enerjik, muda, dan berprestasi.
“Ian Latanro adalah putra Enrekang. Memiliki rekam jejak yang bagus dan sosok politisi berkarakter. Apalagi sekarang, Ian menduduki posisi strategis sebagai Anggota DPRD Sulsel 2019-2024. Tentu sja dia paham strategi pembangunan, paham menyusun program berbasis aspirasi masyarakat,” kata sahabat Ian Latanro, Akbar Endra saat ditemui di Lounge Eksekutif Hotel Claro, Makassar, Sabtu (2/6/2024).
BACA JUGA:
THM Milik Hotman Paris Dekat Mesjid 99 Kubah Disoal, Akbar Endra: Cabut Izinnya, Ini Menyakiti Rasa Bertuhan Ummat
Jika Ian maju di Enrekang, lanjut Akbar, peluangnya untuk memenangkan Pilkada sangat terbuka. “Selain memiliki basis keluarga, Ian juga punya jaringan politik yang mengakar. Sisa menemukan pasangan yang tepat, dan bisa bekerjasama secara elegan memajukan daerahnya,” ujar mantan koordinator Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD) era tahun 98 ini.
Mengenai pasangan politik di Pilkada Enrekang, Akbar mendorong Ian Latanro segera membangun komunikasi politik dengan Mitra Fakhruddin Muslimin Bando atau Mitra Bando, Anggota DPR RI 2019-2024, Fraksi PAN dari dapil Sulsel 3.
BACA JUGA:
Akbar Endra Sebut SYL Bukan Politisi Kotor: Pemimpin Sejati, Mau Tanggung Jawab Seburuk Apapun Itu
“Saya bilang sama Ian Latanro, ‘Sahabatku, kalau ada keinginan: mantapkan di hati, perjuangkan dan beri sentuhan yang indah. Jangan diam. Politik itu harus dikerja, bicara sama Mitra, kalau sudah cocok, kenapa tidak jadi pasangan di Pilkada Enrekang, momentumnya ada, dan peluang menangnya besar’,” katanya.
Sebagai kawan, kata Akbar, dia ingin melihat kawannya tetap eksis dan memberi manfaat melalui eksistensinya di politik. “Apalagi keduanya adalah legislator, Mitra di DPR pusat, Ian di DPRD provinsi. Sama-sama generasi muda Enrekang. Sama-sama punya prestasi politik, kenapa tidak bekerjasama saja memajukan Enrekang,” jelasnya.
Selain itu, mantan Anggota DPRD Maros dua periode ini, juga menjelaskan PAN yang memiliki 5 kursi di DPRD Enrekang dan Ian, yang merupakan kader Demokrat, memiliki 2 kursi. “Syarat untuk mengusung di Pilkada Enrekang, minimal 6 kursi. Jadi 7 kursi koalisi PAN-Demokrat sudah cukup mengusung. Sisa komunikasi politik ke parpol masing-masing dimantapkan lalu kerja elektoral di mulai,” ujar dia.
Akbar mengaku yakin jika pasangan Mitra Bando menjadi ’01’ dan Ian Latanro mendampingi sebagai ’02’, sangat berpeluang besar memenangkan Pilkada Enrekang. Secara elektoral, kata Akbar, Mitra dan Ian memiliki basis dan jaringan politik yang kuat.
“Sisa dimanaje dan diolah saja, jaringan ini sudah menjadi modal politik yang kuat di Pilkada. Jadi kenapa tidak wacana memasangkan Mitra dengan Ian digulirkan. Kalau saya, jangan malu-malu menyampaikan keinginan. Biar tetap eksis mengabdi untuk masyarakat. Apalagi ini hal baik,” ucapnya.

Tunggu Sikap PAN dan Demokrat

Sebelumnya, setelah menjalani fit and proper test di Partai Demokrat, Sabtu (25/5) lalu, Mitra Bando menyatakan secara terbuka, jika ia bersedia dan sengat senang jika dipasangkan dengan Ian Latanro.
“Saya sangat senang dan yakin menang kalau dipasangkan dengan Ian Latanro. Tapi ini harus melalui keputusan partai. Kita lewati dulu prosesnya. Mudah-mudahan kami ditakdirkan memimpin Enrekang,” ujar Mitra.
Dikonfirmasi kepada Ian Lantanro, dia menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendapat perhatian dan dorongan untuk maju di Pilkada Enrekang. Namun, Ian mengatakan, sebagai kader partai, dirinya harus mengikuti alur politik di partainya dan tetap tegak lurus dengan Ketua DPD Demokrat Sulsel H. Ni’matullah.
“Kalau diizinkan Pak Ni’matullah maju, saya siap saja. Apalagi kalau Pak Mirsa serius mau berpasangan. Tapi etika politik saya, harus patuh pada petunjuk ketua partai. Kita tunggu saja proses politik yang masih berjalan dan dinamis ini,” tutup Ian.
(asrul nurdin)