Pengamat Politik Sebut Suwardi Haseng – Selle Ks Dalle Berpeluang Lawan Kotak Kosong di Pilkada Soppeng

FOTO: Presiden RI ke6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) turun tangan pasangkan Suwardi Haseng - Selle KS Dalle. Juga berharap koalisi gemuk di Pilkada Soppeng. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang digadang-gadang koalisi Partai Demokrat dan Partai Gerindra di Pilkada Soppeng H. Suwardi Haseng dan Selle KS Dalle, dinilai oleh Pengamat Politik dan peneliti pada Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan (LKP) Muhammad Asrul Nurdin, S.Pd., berpeluang melawan kotak kosong.
Menurut Muhammad Asrul, kedua figur tersebut memiliki jaringan politik ke sejumlah elit parpol, karena Suwardi Haseng dan Selle saat ini masih menjabat sebagai Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai Golkar dan Partai Demokrat. Golkar di Soppeng mengontrol 11 kursi DPRD dari 30 Anggota DPRD, Demokrat (4 kursi) dan Partai Gerindra (3 kursi), NasDem (4 kursi), PDIP 6 kursi, PKS (1 kursi) dan PPP (1 kursi). Syarat untuk mengusung pasangan calon minimal 6 kursi.
BACA JUGA:
Demokrat Sulsel Serahkan Surat Tugas Chaidir Syam – Suhartina Bohari Untuk Pilkada Maros, Ni’matullah: Peluang Kotak Kosong Terbuka
“Komunikasi politik mudah mereka lakukan ke pimpinan parpol, hingga ke elit parpol di pusat. Golkar juga berpotensi merekomendasikan Suwardi Haseng ketimbang Saharuddin Adam (Ketua DPRD Soppeng) yang surveinya tidak cukup satu digit. Apalagi Gerindra dan Demokrat, sudah memberi isyarat mengusung keduanya,” kata Muhammad Asrul kepada jurnalis media ini di Makassar, Jumat (14/6/2024).
Meskipun demikian, Muhammad Asrul mengatakan, tantangan Suwardi Haseng mengendarai Golkar, karena belum adanya dukungan dari Ketua Golkar Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, yang saat ini menjabat Bupati Soppeng.
BACA JUGA:
Kembalikan Formulir Bacagub Sulsel ke PSI, Danny Pomanto : Cukup Berhasil Menjadi Partainya Anak Muda, Jadi Bukan Persoalan Kursi Tapi Soal Dukungan
“Dari pada mendorong ‘ayam sayur’ di Pilkada Soppeng, mending Kaswadi mendukung kadernya, Suwardi Haseng. Apalagi hasil survei, Suwardi Haseng jauh lebih unggul dibanding Saharuddin Adam,” katanya.
Muhammad Asrul menuturkan, hubungan Suwardi Haseng dengan Andi Kaswadi sempat merenggang. Namun komunikasi politik mereka, kata dia, bukan berarti buntu. Menurutnya, sangat beresiko bagi Andi Kaswadi pasca Pilkada jika berlawanan dengan Suwardi – Selle.
“Kalau berlawanan, saya pastikan, akan terjadi gesekan keras, siapapun pemenangnya. Akan ada korban politik. Sebab Suwardi dan Selle, tahu cara memukul lawannya. Selle aktivis 98 yang punya jaringan kuat di gerakan antikorupsi,” ujar dia.
Namun, Muhammad Asrul tidak melihat sejauh itu conflic of interest antara Andi Kaswadi dan Suwardi Haseng. Dia menilai, hubungan mereka bisa kembali cair karena selama ini, Suwardi Haseng dan saudaranya H. Haeruddin, di kenal sebagai tokoh di balik kerja-kerja politik Andi Kaswadi Razak selama dua periode menjabat Bupati Soppeng.
Dengan asumsi itu, Muhammad Asrul bilang, Andi kaswadi akan cair kembali dan memberi dukungan kepada Suwardi Haseng di Pilkada Soppeng, apalagi Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, juga sudah menunjukkan gestur politiknya untuk mendukung Suwardi Haseng. Apalagi ada faktor SBY di belakang kedua pasangan ini.

Arus Politik Kuat

Muhammad Asrul juga mengungkapkan hasil riset lembaganya di Soppeng. Selain figur Suwardi Haseng, Ketua PDI-P Soppeng, Andi Mapparemma, juga berpeluang maju di Pilkada Soppeng karena partainya mengontrol 6 kursi. “Cukup mengusung pasangan calon,” katanya. “Tapi, secara elektoral, Mapparemma sangat lemah. Di Pileg lalu saja, dia tidak lolos, dan dikalahkan oleh kadernya.”
BACA JUGA:
Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Mundur dari Jabatannya, Akbar Endra: Mereka Gerombolan Pengecut
BACA JUGA:
THM Milik Hotman Paris Dekat Mesjid 99 Kubah Disoal, Akbar Endra: Cabut Izinnya, Ini Menyakiti Rasa Bertuhan Ummat
PDI-P, kata Muhammad Asrul, tidak memiliki kader potensial untuk diusung, kecuali menderek Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide sebagai kandidat dan Mapparemma sebagai wakil. “Ini solutif, tetapi secara elektoral, membutuhkan biaya besar untuk mengejar elektabilitas Suwardi – Selle. Tidak akan ada ‘cukong politik’ yang mau bertaruh dengan calon yang elektoralnya lemah,” katanya.
Selain itu, Muhammad Asrul juga menuturkan potensi koalisi NasDem dibangun dengan PPP dan PKS, sehingga mencukupi 6 kursi. Tetapi ia mengatakan, bahwa kondisi NasDem Soppeng saat ini, sama dengan PDI-P Soppeng: krisis figur dari kader internal.
“Ketua NasDem Soppeng Andi Zulkarnaen Soetomo, fashion politiknya hanya bisa di posisi 02. jaringan politiknya juga lemah dan secara elektoral nyaris tidak terekam survei,” ujar dia.
Dari bacaan peta politik tersebut, Muhammad Asrul mengatakan, potensi Suwardi Haseng – Selle KS Dalle melawan kotak kosong terbuka lebar. Dia mengungkapkan, lembaganya mendeteksi ada upaya lobby yang dibangun H. Haeruddin–adik Suwardi Haseng–dengan Andi Kaswadi di Mekkah.
H. Haeruddin, kata dia, tidak bisa lagi bersembunyi di belakang layar sebagai tokoh utama yang mendorong Suwardi Haseng – Selle KS Dalle. Begitu juga, besannya, Saharuddin Sewang–yang dikenal sebagai mentor politik di setiap Pilkada–sudah wara-wiri melobby ke sejumlah elit politik di Sulsel, agar pasangan Suwardi Haseng – Selle KS Dalle menjadi prioritas dimenangkan di Soppeng.
Muhammad Asrul mengatakan, Suwardi – Selle, di Pilkada Soppeng ini, memiliki arus politik dan dukungan finansial yang kuat yang harus dihitung oleh Andi Kaswadi, apalagi kalau Suwardi-Selle benar-benar akan didukung oleh Gerindra dan Demokrat. “Dalam politik, tidak boleh salah memilih lawan dan tidak boleh salah memilih kawan. Kalau ini salah, bisa berujung malapetaka,” tutup dia.
(AE)