Namanya Tak Masuk Cawali di Survei ARCHY, Pakar Politik : Justru Itu Menjadi Tanda Kenapikan dari Lawan Tanding Indira di Pilwalkot Makassar

menitindonesia, MAKASSAR – Versi lembaga survey ARCHY yang tidak menempatkan Indira Yusuf Ismail sebagai calon Wali Kota menjadi pertayaan basar oleh publik. Pasalnya nama Indira sejauh ini jadi perbincangan dan disebut sebut sebagai Calon Wali Kota terkuat sehingga tentu survey ARCHY dinilai menguntungkan Indira secara psikologis.
Apalagi jika sudah ada hasil survey pembanding dari lembaga riset yang punya reputasi yang baik.“Justru tidak munculnya nama Indira menjadi tanda kenapikan dari lawan tanding Indira di Pilwalkot Makassar,” ungkap pakar politik, Asratillah dalam keterangan persnya, Kamis (20/6/2024)
Kata Asritallah, dalam kamus politik, yang kuat berupaya dibenamkan. Dengan metode-metode yang sudah dipertontonkan tersebut, ditarik kesimpulan bahwa justru Indira merupakan figur yang sangat diperhitungkan.
“Jadi berdasarkan beberapa pertimbangan, Indira yang notabene istri dari Walikota Makassar yang masih aktif. Beliau berpeluang melanjutkan program pro rakyat di Kota Makassar,” katanya.
Lebih lanjut Asritallah mengungkapkan bahwa rilis survei ini, kata Asratillah bisa dianggap salah satu upaya untuk mendowngrade citra Indira sebagai salah satu bakal cawali berpotensi.
Sehingga dengan tidak adanya nama Indira di hasil rilis salah satu lembaga survey tersebut, mengisyaratkan Indira sejatinya figur yang sangat powerful, punya segala potensi untuk memenangkan pertarungan Pilwalkot Makassar.
“Alasan lainnya, yah. Istri dari wali kota tersebut justru menjadi calon yang paling siap. Hanya Indira yang saat ini mengantongngi rekomendasi partai, dan simpul kekuatan tim pemenangan sangat massif bergerak di 15 kecamatan, kalau calon lain saya belum lihat?,” terangnya. “Saya yakin nama Indira nanti berada di kasta tertinggi,” tambahnya.
Sementara, Pengamat Politik UIN Alauddin Ibnu Hadjar Yusuf bilang jika lembaga Survei ARCHY ini perlu dipertanyakan metodologi yang dIgunakan. Menurut dia, survei tersebut apakah obyektif atau malah subjektif, karena agak keliatan aroma pesanan calon tertentu.
“Kok aneh figur Ibu Indira Yusuf Ismail tidak dimasukkan Calon Wali Kota Makassar yang mempunyai basis akar rumput kuat. Ini mustahil bagi saya melihat,” kata Ibnu. Olehnya itu untuk diketahui ARCHY menempatkan empat calon yang berada pada posisi papan atas: Yakni, Munafri Arifuddin, Rusdin Abdullah, Adi Rasyid Ali, dan Abdul Rahman Bando. (*)