menitindonesia, MAROS – Anggota Komisi II DPRD Maros, Arie Anugrah mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros untuk segera memperbaharui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) agar penerima bantuan sosial bisa tepat sasaran.
Hal itu diperlukan untuk menghindari adanya warga yang benar-benar dalam kondisi miskin tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah, seperti yang dialami satu keluarga di Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa yang tinggal di rumah yang nyaris roboh.
“Saya yakin hal seperti ini tidak akan terjadi kalau DTSN kita benar-benar valid. Kami mendesak agar Dinas terkait bisa segera memperbaharuinya,” ujar Arie, Jumat (18/04/2025).
BACA JUGA:
Kisah Satu Keluarga di Maros Tinggal di Rumah Reyot, Pinjam Uang Untuk Beli Beras Seliter
Lebih lanjut, politisi muda Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyebut, DTSN selayaknya diperbaharui dengan validasi yang akurat di lapangan. Jangan sampai, kata dia, ada warga yang layak mendapatkan bantuan namun justru malah sebaliknya.
“Dengan adanya berita yang di Bontoa yang viral itu, kita bisa mengambil kesimpulan kalau DTSN itu bermasalah. Belum lagi kalau ada warga yang sebenarnya mampu tapi tetap diberikan bantuan,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Kadus Sesalkan Janji Bantuan Tak Kunjung Datang untuk Warganya yang Tinggal di Rumah Reyot
Bukan rahasia umum lagi, kata dia, DTSN ini sangat rawan dimanipulasi, hingga validasinya harus betul-betul dilaksanakan dengan cermat.
“Jadi bukan hanya didata baru diterima begitu saja, harus dilakukan verifikasi secara ketat dan transparan. Tidak boleh lagi ada warga yang merasa diperlakukan tidak adil,” paparnya.
BACA JUGA:
Usai Viral, Bupati Maros Janjikan Bedah Rumah Warga Yang Nyaris Roboh di Bontoa














