Ratusan jamaah hadiri Pengajian Terpadu PCM Tombolo Pao, Gowa, bersama Ustadz Asnawin Aminuddin dari MUI Sulsel. Tausiyah angkat keutamaan majelis ilmu dan kisah heroik Khalid bin Walid sebagai inspirasi dakwah.
menitindonesia, GOWA – Ratusan jamaah memadati lokasi Pengajian Terpadu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Tombolo Pao, Kabupaten Gowa, pada Ahad, 18 Mei 2025. Kali ini, Ustadz Asnawin Aminuddin, pengurus Komisi Kominfo Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan, hadir sebagai penceramah utama dalam agenda bulanan tersebut.
Duduk berdampingan dengan tokoh masyarakat dan pimpinan organisasi otonom Muhammadiyah, Asnawin membuka tausiyahnya dengan mengangkat keutamaan majelis ilmu sebagai taman-taman surga di bumi.
“Jika kamu melewati taman-taman surga, maka singgahlah dengan senang hati… Itulah halaqah-halaqah dzikir seperti pengajian ini,” ujar Asnawin mengutip sabda Rasulullah SAW.
Ajang Silaturahmi dan Penguatan Spirit Dakwah
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCM Abdul Malik, Kepala Desa Tabbinjai Zubair, para pengurus Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Tapak Suci, Hizbul Wathan, serta perwakilan IMM dan IPM. Jajaran pimpinan ranting Muhammadiyah se-Kecamatan Tombolo Pao juga turut ambil bagian, termasuk Ketua PRM Tabbinjai, Nasrun.
Dengan suasana khusyuk dan penuh semangat, jamaah menyimak setiap paparan yang disampaikan Asnawin, yang juga tercatat sebagai pengurus Majelis Tabligh PWM Sulsel.
Kisah Saifullah: Khalid bin Walid dan Strategi Perang yang Menginspirasi
Ceramah kemudian berlanjut ke kisah perjuangan Khalid bin Walid bin Mughirah Al-Makhzumi, sahabat Nabi yang dijuluki “Saifullah” (Pedang Allah). Menurut Asnawin, gelar itu diberikan langsung oleh Rasulullah SAW usai Perang Mu’tah, ketika Khalid menunjukkan kepiawaian taktik yang menyelamatkan pasukan Muslim dari kepungan tentara Romawi.
“Di bawah komando Khalid, 3.000 pasukan Islam mampu bertahan dan mundur teratur dari sergapan 200 ribu pasukan Romawi. Strategi yang tidak hanya menyelamatkan, tapi juga mengangkat moral umat Islam,” tuturnya.
Asnawin juga menekankan pentingnya belajar sejarah sahabat Nabi, sebagai bentuk penguatan spiritual dan inspirasi dalam perjuangan dakwah dan kehidupan modern.