Tahun Depan, 44 Sekolah di Maros Dapat Jatah Rehabilitasi dan Ruang Kelas Baru

Bupati Maros, Chaidir Syam saat mengunjungi sekolah Kolong di Tompobulu. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp20 miliar untuk program rehabilitasi dan pembangunan sekolah pada tahun 2025.
Anggaran ini dialokasikan untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan layak.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Zainuddin, menjelaskan, sebanyak 17 sekolah akan menjalani proses rehabilitasi, sementara 27 sekolah lainnya akan mendapatkan pembangunan atau penambahan ruang kelas baru.

BACA JUGA:
Pemkab Maros Kembali Buka Sekolah Lansia, 40 Orang Jadi Peserta di Kecamatan Marusu

“Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan sarana belajar mengajar yang aman dan layak,” katanya, Sabtu (19/07/2025).
Zainuddin menyebut, prioritas rehabilitasi ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan dan potensi kerawanan bangunan yang dapat membahayakan siswa maupun guru. Sedangkan pembangunan ruang kelas baru difokuskan pada sekolah yang mengalami kekurangan ruang belajar.

BACA JUGA:
Pemkab Maros Anggarkan Perbaikan Jembatan Pakere di APBD Perubahan 2025

“Semakin kurang jumlah kelas dibandingkan dengan jumlah siswa, maka semakin mendesak kebutuhan ruang tambahan,” jelasnya.
Pemerintah juga memastikan pemerataan program di semua jenjang pendidikan. Baik Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) mendapatkan porsi rehabilitasi yang relatif seimbang untuk mencegah ketimpangan sarana pendidikan.
Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, menyatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam penganggaran daerah. Tahun ini, total anggaran yang dialokasikan untuk Dinas Pendidikan mencapai Rp470 miliar.
“Anggaran ini mencakup banyak hal, mulai dari pengadaan seragam gratis bagi siswa SD dan SMP, sarana pendukung untuk guru, hingga tambahan insentif bagi tenaga pengajar di wilayah pelosok,” tuturnya.