Bangga! CNBC Soroti Kepala BPOM Taruna Ikrar, Indonesia Percaya Diri dalam Uji Klinis Global

Prof Taruna Ikrar pada tayangan CNBC Asia: Indonesia siap bersaing dalam drug testing global.
  • CNBC soroti Prof. Taruna Ikrar dan BPOM RI, Indonesia trending topik global setelah dipercaya memimpin uji klinis obat internasional bersama Recce Pharmaceuticals.
menitindonesia, JAKARTA — CNBC menyoroti langkah besar Indonesia di kancah internasional. Nama Prof. Taruna Ikrar, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), kini menjadi trending topik global setelah media bisnis ternama itu mengangkat kiprah Indonesia dalam uji klinis obat tahap tiga yang dilakukan bersama Recce Pharmaceuticals asal Australia, pada Senin (29/9/2025).
BACA JUGA:
Kawal Keamanan Pangan, Kepala BPOM RI Taruna Ikrar Pastikan Program MBG Berjalan Aman
Momentum ini menjadi penanda bahwa Indonesia kini, juga pusat riset dan pengawasan obat internasional. Dalam berita berjudul “FDA Head: Indonesia to Compete in Global Drug Testing”, CNBC menampilkan sosok Prof. Taruna Ikrar sebagai representasi wajah baru BPOM RI.
Australia’s Recce Pharmaceuticals memulai uji klinis fase 3 untuk pengobatan infeksi kaki diabetik di Indonesia. Pilihan lokasi uji coba di tanah air dianggap strategis sekaligus bukti kepercayaan dunia terhadap kapasitas riset, regulasi, dan sistem pengawasan obat yang dipimpin langsung oleh BPOM.
BACA JUGA:
BPOM Terbitkan NIE Obat AstraZeneca, Taruna Ikrar Tegaskan Komitmen Percepatan Akses Obat
IMG 20250929 WA0012
Screnshot tayangan CNBC Asia.
“Indonesia siap bersaing dalam uji klinis global. Kita memiliki SDM, fasilitas, dan sistem regulasi yang semakin diakui dunia,” ujar Prof. Taruna Ikrar dalam wawancara dengan CNBC.
Tidak bisa dipungkiri, kehadiran nama Indonesia dalam berita internasional tersebut membawa kebanggaan tersendiri. Selama ini, isu uji klinis obat lebih banyak didominasi negara maju. Kini, Indonesia dipercaya menjadi laboratorium global, sekaligus membuktikan good regulatory practices (GRP) yang dikembangkan BPOM selama satu tahun terakhir mampu mengangkat citra bangsa di dunia.
Bagi dunia kesehatan, fase uji klinis ini sangat penting karena menyangkut penyakit kronis yang jumlah pasiennya terus meningkat, terutama di Asia. Dengan ikut serta, Indonesia juga membuka jalan bagi akses lebih cepat terhadap obat-obatan inovatif yang aman dan efektif.
Keberhasilan ini tentu tidak datang tiba-tiba. Nama Prof. Taruna Ikrar sebagai ilmuwan dunia yang kini memimpin BPOM menjadi simbol transformasi besar: dari regulator nasional, kini menjelma sebagai aktor global.
Dengan liputan CNBC (internasional), yang menjadikannya trending topik, Indonesia membuktikan bahwa kedaulatan kesehatan bukan slogan saja, melainkan kenyataan yang kini mulai diakui dunia. (AE)