Bupati Maros, Chaidir Syam selaku ketua Mabicab melantik Ketua Kwarcab, Muetazim Mansyur yang juga selaku Wakil Bupati. (ist)
menitindonesia, MAROS – Pelantikan Gerakan Pramuka Kabupaten Maros masa bakti 2026–2031 berlangsung meriah dan penuh hikmat. Kegiatan itu digelar di Hall 1 Grand Town Mandai, Maros, Rabu (21/5/2026) malam.
Pelantikan itu meliputi Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Maros, Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Maros, hingga Pengurus Dewan Kerja Cabang dan Badan Kelengkapan Kwarcab Maros.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, Andalan Kwarda Sulsel Ilham Azikin, unsur Forkopimda, serta para pengurus dan kader Pramuka se-Kabupaten Maros.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Maros, Muetazim Mansyur, mengakui kepengurusan lima tahun ke depan akan menghadapi berbagai tantangan. Meski begitu, ia optimistis Gerakan Pramuka Maros mampu terus berkembang dengan dukungan seluruh pihak.
“Kami yakin perjalanan Gerakan Pramuka Maros akan sampai di pelabuhan tujuan dengan dukungan seluruh pihak,” ujarnya.
Muetazim juga menyampaikan apresiasi kepada Kwarda Sulsel atas dukungan terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di Kabupaten Maros.
Sementara itu, Ketua Mabicab Gerakan Pramuka Maros yang juga Bupati Maros, Chaidir Syam, menegaskan komitmennya memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan Pramuka.
Ia mengajak seluruh kader Pramuka meneladani semangat pengabdian tokoh senior Pramuka, A Wasir Ali, yang dinilai tetap aktif meski telah lanjut usia.
“Saya berharap janji yang telah diucapkan saat pelantikan dapat dijalankan dengan penuh amanah. Pramuka adalah wadah penting dalam mendidik generasi muda menuju hal-hal positif,” kata Chaidir.
Chaidir menegaskan kegiatan Pramuka di tingkat SD dan SMP akan terus didorong menjadi ekstrakurikuler wajib sesuai kewenangan pemerintah daerah.
Tak hanya itu, Pemkab Maros juga disebut akan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan Gerakan Pramuka, termasuk pembenahan Bumi Perkemahan Pramuka di Kecamatan Simbang serta persiapan menghadapi Jambore Nasional (Jamnas).
Ia turut mengapresiasi pengurus sebelumnya atas berbagai program yang telah berjalan dan berharap kepengurusan baru mampu melanjutkan sekaligus meningkatkan capaian tersebut.
Di kesempatan yang sama, Ketua Kwarda Sulsel, Adnan Purichta Ichsan, menyebut pelantikan ini menjadi momentum menyatukan visi dalam membangun karakter generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas tinggal sekitar 19 tahun lagi. Membangun generasi unggul tidak bisa instan seperti membangun gedung atau jembatan. Dibutuhkan investasi pendidikan karakter selama 15 hingga 20 tahun,” ujarnya.
Menurut Adnan, sekitar 60 persen penduduk Sulawesi Selatan saat ini didominasi generasi milenial dan generasi Z. Karena itu, Gerakan Pramuka dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan digitalisasi agar tetap relevan.
Ia menekankan, membangun generasi unggul tak cukup hanya mengandalkan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibarengi kecerdasan emosional dan spiritual.
“Didiklah generasi muda dengan baik agar kelak mereka mampu menjadi penerus yang lebih baik dari kita hari ini dalam membangun daerah dan masa depan Maros,” tutupnya.