Prof Ilmar Sarankan Kandidat di Pilkada Bentuk Media Centre Sosialisasi di Masa Pandemi

Prof Dr. Aminuddin Ilmar, SH, MH - Guru Besar Fakultas Hukum Unhas. (Foto: kreasi menit)

Pilkada 2020 Hajatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Walikota di masa pandemi, mesti disikapi cerdas oleh kandidat. Calon harus lebih banyak eksis di media dan menggunakan sarana media untuk sosialisasi program.

menitindonesia.com, MAKASSAR – Pakar Hukum Tata Negara Universitas Hasanuddin, Prof Dr. Aminuddin Ilmar, SH, MH (Prof Ilmar), menyarankan kepada semua bakal calon kepala daerah yang mengikuti kontestasi Pilkada, agar cerdas melakukan sosialisasi di masa pandemi Covid 19.

Prof Ilmar – yang juga menjabat Sekretaris Jenderal Badan Kerjasama Pembangunan Sulawesi Selatan,  itu bilang kandidat Pilkada mesti membuat program yang menyentuh masyarakat yang terkena dampak pandemi dan menyentuh langsung pertambahan pendapatan masyarakat.

“Kandidat harus menjanjikan pemulihan ekonomi, karena semua warga masyarakat terkena dampak pandemi,” ujar penulis buku Hukum Tata Pemerintahan, itu.

Lanjut Prof Ilmar juga menyarakan kandidat agar memetakan pekerjaan warga, misalnya sektor pertanian berapa persen, usaha kecil dan menengah berapa persen, industri rumah tangga, dan sektor pariwisata berapa persen. “Setelah mengidentifikasi persoalan, mereka membuat program ke depan untuk mengatasi masalah ini jika terpilih,” ujar Prof Ilmar, menyarankan.

Soal masa pandemi yang belum berakhir, saat pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020 nanti, Prof Ilmar mendorong agar semua kandidat membentuk tim media yang kuat. Dia bilang, citra kandidat agar mudah dikenali dan disukai pemilih, tergantung dari kreatifitas tim media mereka.

Bahkan, dosen tata negara Unhas ini, menilai jejak tim kandidat di media mainstream itu sangat mempengaruhi opini publik.  “Mulai dari penampilan, hingga visi misinya dan programnya, sangat ditentukan oleh eksisnya tim media mereka. Apalagi masa pandemi, informasi tentang calon lebih dominan diketahui lewat media massa dan online serta sosial media,” terang Prof Ilmar.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin itu menilai, kandidat yang serius untuk memimpin jika dia terpilih, pasti mempersiapkan tim media centrenya karena dia mau programnya harus dipahami oleh masyarakat. “Kalau ada kandidat tidak memiliki media centre, berarti dia tidak bersungguh-sungguh memenangkan Pilkada. Tim mereka pasti dungu,” kata Prof Ilmar. (andiesse)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini