Pertamina Rugi 11 Triliun, Netizen: Bukan Salah Ahok, Direksi Yang Salah!

Basuki Tjahaja Purnama - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Pertamina Rugi Sebenarnya, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pertamina (Persero) dalam sejarahnya selalu saja rugi. Jika diumumkan mengalami kerugian USD  761,23 juta atau setara 11,1 triliun pada semester I 2020, bukan sesuatu yang tabu. Hanya saja, di situ ada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, sebagai Komisaris Utama. Kerugian itu lalu heboh.

menitindonesia.com, JAKARTA – Kerugian PT Pertamina (Persero) menjadi tranding topik di Tweter, dengan tagar #ahokpertaminarugi. Para netizen pun mempertanyakan kerugian tersebut.

“Bukankah seharusnya Pertamina untung besar ya? Harga BBM dunia kan turun drastis, sementara harga jual BBM Pertamina tidak turun-turun toh. Tapi ini bukan salah Ahok, ini salah direksinya,” kicau akun Tweter @akbarendra_ae.

Memang, kerugian tersebut bukan karena Ahok. Sebab, kerugian tersebut ada di bawah jajaran direksi perseroan. “Tanggung jawab operasional di direksi, mereka yang harus sepenuhnya dipersalahkan, gak bijak nyalahin Ahok sebagai komisaris yang hanya fungsi pengawasan sama advisor,” tweet akun @_K*ngP*rw*.

Sebelumnya, perseroan mencatat laba tahunan berjalan sebesar USD 746,68 juta atau setara Rp10,94 triliun. Sementara total penjualan dan pendapatan usaha Pertamina sebesar USD 20,4 juta atau sebesar Rp 299,2 triliun atau turun dibandingkan semester I-2019 sebesar USD 25,5 miliar.

Penurunan penjualan dan pendapatan terjadi pada penjualan dalam negeri seperti minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi dan produk minyak pengganti biaya subsidi dari pemerintah, turun dari USD20,9 miliar (2019) menjadi USD16,5 miliar. Imbalan jasa pemasaran USD479 juta (2019) turun jadi USD414 juta pada semester I-2020.

Tahun lalu, Pertamina mencatat laba bersih sebesar USD2,53 miliar atau setara Rp35,8 triliun sepanjang 2019. Hal tersebut disampaikan dalam laporan keuangan tahun 2019.

“Dengan dinamika dan tantangan bisnis selama 2019, kami bersyukur Pertamina dapat menorehkan berbagai pencapaian dan mempertahankan laba bersih stabil, sama dengan tahun sebelumnya,”ujar VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman.

Pencapaian kinerja keuangan ini juga dipengaruhi oleh sejumlah pencapaian penting yang didukung oleh peningkatan kinerja operasi dan efisiensi dari berbagai inisiatif dan langkah terobosan yang dilakukan untuk mewujudkan pencapaian visi perusahaan menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia. (andiesse)

 



TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini