Ketua DPRD Maros Reses di Pakalu, Warga Pasar Keluhkan Lahan Yang Diklaim Milik TNI

Reses masa sidang II 2021, Ketua DPRD Maros HA Patarai Amir janji akan membantu warga untuk mengkomunikan status lahan pasar Pakalu yang diklaim TNI AD. (Foto: indra_menit)
Lahan Pasar diklaim milik TNI – Pemerintah Kabupaten Maros tidak bisa melakukan renovasi terhadap Pasar Pakalu yang kondisinya sudah mulai rusak. Lahan tersebut, diklaim milik TNI AD. “Karena bukan asset Pemda jadi sulit untuk dibangun, kecuali pihak TNI menghibahkan lahannya kepada Pemkab Maros,” kata Patarai Amir.
menitindonesia, MAROS – Reses Ketua DPRD Kabupaten Maros, HA Patarai Amir di Pasar Pakalu, Kecamatan Bantyimurung, Kabupaten Maros menarik perhatian banyak warga. Sekitar 100 warga yang mayoritas ibu-ibu dan pedagang hadir dengan protokol kesehatan yang ketat.
Turut hadir hadir pada acara reses masa sidang II 2021 itu, Danramil Kecamatan bantimurung, Lurah Pakalu dan tokoh masyarakat serta ketua-ketua RW setempat.
Selain mendengar banyak keluhan warga, Patarai Amir juga menyampaikan beberapa capaian pembangunan Kabupaten Maros, misalnya pembanghunan infrastruktur dan pembangunan pertanian yang mulai terasa manfaatnya.
Patarai dalam sambutannya mengatakan, bahwa peran DPRD adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Sebagai salah satu pimpinjan DPRD, kata dia, pihaknya akan menjadikan DPRD Maros sebagai wadah untuk memperjuangkan aspirasi warga masyarakat Kabupaten Maros.
“Banyak program pemerintah yang saat ini dinikmati warga, itu merupakan andil DPRD juga. Anggota DPRD yang membahas anggarannya dan disetujui DPRD barulah dilaksanakan programnya oleh Pemerintah Kabupaten Maros,” ujar Patarai.
Sementara itu, Aisyah, salah satu warga di Pasar Pakalu yang hadir pada acara reses tersebut, menyampaikan aspairasi warga pasar terkait status kepemilikan lahan Pasar Pakalu. Ia meminta Ketua DPRD Maros memfasilitasi warga pasar untuk segera memperjelas status lahan Pasar Pakalu yang diklaim milik TNI AD.
“Tolong Pak Ketua, agar status lahan Pasar Pakalu ini diperjelas, kita akui, Pasar ini tidak bisa dibangun karena masalah lahan yang diklaim milik TNI. Kami khawatir nanti kami akan digusur dari pasar ini. Di sini ada sekitar 60 KK yang tinggal di pasar ini dan mencari nafkah di sini,” kata Aisyah, Selasa (2/2/2021).
Ia juga menyampaikan, bahwa dirinya bicara dalam forum tersebut mewakili seluruh warga Pasar Pakalu yang akhir-akhir ini resah karena selalu merasa akan digusur oleh TNI. “Selain terancam digusur, kondisi pasar ini juga sangat memprihatinkan karena terbengkalai sejak pihak TNI menghklaim lahan ini miliknya,” ujar Aisyah.
Kepada warga, Patarai Amir berjanji akan melakukan komunikasi dengan Pemerintah Daerah agar segera melakukan pembicaraan dengan pihak TNI, dalam hal ini Komandan Kodim Maros dan Panglima Kodam XIV Hasanuddin.
“Saya janji akan bicarakan mengenai lahan pasar ini dengan Bupati Maros yang baru nanti untuk segera dibahas bersama pihak TNI, Kodim dan Pangdam, apalagi kondisi pasar sudah sangat memprihatinkan dan dapat membahayakan pengunjung dan penjual. Kami akan carikan solusi yang tepat nanti,” ujar Patarai. (indra jaya pratama)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini