Viral, Kereta Api Makassar-Parepare Tak Kuat Menanjak, LSM-PILHI: Jangan Sampai Ini Kereta Abal-Abal Yang Dikirim PT INKA

Direktur Eksekutif LSM PILHI, Syamsir Anchi dan latar belakang KA yang diduga abal-abal. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Kereta Api (KA) perintis Makassar-Parepare yang viral karena terseok-seok saat melalui tanjakan di Petak Jalan Manddalle-Tanete, diduga adalah kereta abal-abal yang dikirim oleh PT Industri Kereta Api (INKA).
Direktur Eksekutif LSM Pusat Informasi Lingkungan Hidup Indonesia (PILHI) Syamsir Anchi, mengatakan, sangat ironis mendengar KA perintis Makassar-Parepare ini tidak kuat menanjak, sementara jalur kereta yang dibangun belum ada tanjakan yang terbilang terjal.
BACA JUGA:
Meski Jadi Sorotan Publik, Kemenkeu Masih Enggan Copot Andhi Pramono dari Jabatan Kepala Bea Cukai Makassar
“Artinya, bisa jadi kereta yang dikirim untuk melayani jalur perintis Makassar-Parepare adalah kereta yang tidak berkualitas alias abal-abal. Kalau ini benar, tentu sangat membahayakan masyarakat,” kata Syamsir Anchi saat ditemui jurnalis media ini, Selasa (14/3/2023).
Untuk memastikan kualitas dan keamanan KA yang akan digunakan, Syamsir Anchi menyarankan Kepala Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulsel, Fathir Payungan Siregar, melakukan pengecekan dengan melibatkan teknik dan pakar perkereta apian.
“Ini penting, sebab terkait keselamatan masyarakat. Kepala BPKA, Fathir Paguyungan jangan pangku tangan, ini soal keselamatan. Harus menjadi perhatian BPKA Sulsel soal kualitas kereta yang akan digunakan, jangan sampai kereta abal-abal,” ujarnya.
BACA JUGA:
Kemensos Klarifikasi, Tak Ada Eks Koruptor Bernama Tasdi Yang Jadi Stafsus Risma
Sementara itu, Senior Manager TJSL & Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto, menjelaskan alasan soal kereta api (KA) perintis Makassar-Parepare yang viral karena tak kuat menanjak di Petak Jalan Mandalle-Tenete, Sulawesi Selatan.
“Saat ini KA tersebut sedang menjalani uji statis dan dinamis internal. Kereta dijalankan pada lintas sebenarnya seperti melalui tanjakan, melalui belokan dan lainnya, sambil dilaksanakan penyesuaian berbagai setting parameter,” kata Bambang Ramadhiarto.
Dalam proses penyesuaian setingan ini, lanjut Bambang, pihaknya sedang menyesuaikan dengan kondisi eksisting di lapangan.
“Jadi dalam fase uji coba, proses ini merupakan hal yang penting agar kereta dapat berjalan dengan baik, dan tidak terjadi permasalahan di kemudian hari,” kata Bambang di Jakarta.
Sebelumnya, sebuah unggahan akun media sosial milik Fernanda Ardiyanto menunjukkan KA milik PT INKA (Persero) yang mulai uji coba pada Januari 2023 terlihat gagal di tanjakan 15 persen Petak Jalan Mandalle menuju Tenete.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal mengatakan saat ini kereta tersebut sedang dalam uji coba pengereman oleh INKA.
“Bukan gak kuat, kereta itu lagi distel dan diuji oleh pabrikan (INKA), ada uji rem, uji ketahanan, power dan lainnya,” kata Risal Wasal.
Sementara, Kepala BPKA Sulsel Fathir Payungan Siregar, saat hendak dikonfirmasi, sulit ditemui. Petugas di kantornya hanya mengatakan, bahwa Kepala Balai tak senang jika didatangi oleh pers dan masyarakat. (asrul nurdin)