Affan Kurniawan (22), pengemudi ojek online yang tewas saat demonstrasi di Jakarta, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa dan perintahkan investigasi tuntas.
menitindonesia, JAKARTA — “Dia anak baik, selalu pulang membawa senyum meski lelah di jalan,” kenang ibunda Affan Kurniawan, dengan suara bergetar. Affan, pengemudi ojek online berusia 22 tahun itu, kini tak akan lagi pulang.
Pada Kamis malam (28/08/2025), di tengah demonstrasi yang ricuh di Jakarta, sebuah kendaraan taktis (baracuda) milik Brigade Mobil (Brimob) Polri melintas. Affan, yang saat itu berada di lokasi, tak pernah kembali hidup. Nyawanya melayang seketika, meninggalkan duka mendalam bagi istrinya dan keluarganya yang selama ini bergantung padanya.
Kabar meninggalnya Affan cepat menyebar. Nama pemuda sederhana itu mendadak menjadi sorotan nasional. Ia bukan tokoh besar, bukan pejabat, bukan aktivis. Ia hanya seorang anak bangsa yang berjuang di jalanan demi sesuap nasi. Namun kematiannya menggerakkan hati Presiden Republik Indonesia.
Dari kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto tampil dengan wajah muram. Dengan suara berat, ia menyampaikan belasungkawa mendalam.
Ribuan ojol bersatu, iringi jenazah Affan Kurniawan ke peristirahatan terakhir.
“Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarga almarhum. Insiden ini tidak boleh terulang,” ucapnya.
Prabowo Kecewa Terhadap Aparat Yang Berlebihan
Prabowo juga mengaku kecewa terhadap tindakan aparat yang dinilai berlebihan. Ia memerintahkan investigasi tuntas dan memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu. Janjinya jelas: keadilan untuk Affan dan keluarganya.
Bagi Prabowo, kisah Affan Kurniawan menjadi simbol luka bangsa, sekaligus pengingat bahwa di balik hiruk pikuk politik dan demonstrasi, ada rakyat kecil yang sering jadi korban.
Kini, duka itu bukan hanya milik keluarganya. Affan telah menjelma bagian dari narasi besar negeri ini—tentang keberanian seorang anak muda yang bekerja keras demi keluarga, namun nyawanya terhenti di jalanan kota.
Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan imbauan agar masyarakat tetap tenang, menjaga ketertiban, dan percaya pada langkah pemerintah. Tapi bagi ibu, istri, dan saudara Affan, luka itu akan selalu ada.
Affan Kurniawan telah pergi, tapi kisahnya tetap hidup: tentang pengorbanan, keadilan, dan janji negara untuk melindungi rakyatnya. (AE)