Pakar Politik Unhas Sebut DPP Golkar Pilih Andi Ina Jadi Ketua TKD Prabowo-Gibran Karena Taufan Pawe Tak Punya Pengaruh Lagi

Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari. (Foto: Ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Andi Ali Armunanto, S.IP., M.Si., menilai Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar lebih memilih Ketua DPRD Sulsel Andi Ina Kartika Sari menempati posisi strategis di Koalisi Indonesia Maju (KIM) sebagai Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran di Sulsel karena pamor Andi Ina saat ini melebihi pamor Taufan Pawe setelah tak lagi menjabat Wali Kota Parepare.
Ali Armunanto mengatakan, DPP Golkar pasti memiliki alasan kuat mengusulkan Andi Ina Kartika Sari sebagai calon Ketua TKD Prabowo-Gibran di Sulsel. Ia menilai karena saat ini, Andi Ina masih menduduki jabatan politis.
“Sebagai Ketua DPRD Sulsel Andi Ina lebih punya pamor. Bagi saya meski Taufan Pawe sebagai Ketua DPD Golkar Sulsel tapi sudah bukan lagi wali kota,” kata Ali Armunanto dikutip dari salah satu online nasional, Kamis (16/11/2023).
BACA JUGA:
Terima Kunjungan Wabup Karangasem Bali, Chaidir Syam Paparkan Potensi Wisata Maros
Ali mengatakan, pengaruh Taufan Pawe sudah berkurang sejak tidak lagi menjadi Wali Kota Parepare. Sedangkan Andi Ina Kartika Sari, kata dia, pengaruhnya masih kuat di Sulsel karena masih menjabat Ketua DPRD Sulsel. “Taufan Pawe tidak berpengaruh lagi karena bukan lagi kepala daerah,” katanya. “Lebih kuat pengaruhnya Andi Ina!”
Dosen Fisipol Unhas itu mengatakan, sumber daya, wibawa dan pamor sangat menentukan dalam pemenangan di Pilpres. Ia menilai, Andi Ina memiliki relasi formal dan pamor yang kuat. “Kapasitas ini ada sama Andi Ina, punya pengaruh terhadap jaringan yang berpengaruh untuk memenangkan Prabowo-Gibran. Saya yakin ini yang menjadi pertimbangan DPP Golkar mengapa Andi Ina yang diusulkan, bukan Taufan Pawe,” ujar dia.
BACA JUGA:
DPP Golkar Usulkan Andi Ina Kartika Sari Jadi Ketua TKD Prabowo-Gibran di Sulsel, Aktivis 98 Philip: Ini Baru Mantap
Di lain sisi, lanjut Ali, meski Taufan Pawe lebih punya banyak waktu, namun Ali menilai Taufan tidak memiliki sumber daya atau pengaruh yang menentukan. “Nah, Taufan pawe ini tidak lagi menjabat Wali Kota, tidak lagi punya pengaruh, sedangkan Andi Ina punya pengaruh besar,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Bappilu Golkar Sulsel La Kama Wiyaka membenarkan jika DPP Golkar memutuskan mengusulkan Andi Ina Kartika Sari menjadi calon Ketua TKD Prabowo-Gibran di Sulsel. “DPP Golkar keluarkan SK menunjuk Andi Ina sebagai Ketua TKD. Bukan Taufan Pawe yang diusulkan menjadi Ketua TKD,” ujar La Kama.
Sementara itu, Sekretaris Golkar Sulsel Marzuki Wadeng menyampaikan, bahwa DPP Golkar telah mengusulkan Andi Ina Kartika Sari sebagai Ketua TKD Prabowo-Gibran di Sulsel. “Mudah-mudahan dipilih oleh TKN,” ujar Wadeng. (AE)