Dari Tanah Suci, Pengamat Politik Unhas Sampaikan Pesan Spiritual Kepada Gerindra Terkait Pilgub Sulsel

FOTO: Pengamat Politik Unhas Dr. Hasrullah, MA. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Setelah melakukan Ibadah Haji Tamattu–sebelum wukuf di Padang Arafah, tanah suci, Mekkah–Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Hasrullah, M.A., menyampaikan pesan khusus kepada Partai Gerindra terkait Pilkada Gubernur Sulsel yang akan digelar secara serentak pada 27 November 2024, mendatang.
“Setelah melakukan thawaf dan sa’i di Mesjidil Haram, Mekkah. Saya merenung, Sulsel ke depan harus dipimpin seorang gubernur yang baik dan bisa diterima semua golongan. Pluralisme dan toleransi itu bagian dari keimanan. Sehingga pemimpin harus mengayomi,” kata Dr. Hasrullah melalui saluran komunikasi What’sApp, Rabu (12/6/2024), dini hari waktu Makassar.
BACA JUGA:
Posisi Incumbent di Pilkada Wajo Dinilai Rapuh, Pengamat Politik: Masyarakat Tidak Puas Kinerja Pammase Karena Banyaknya Isu Korupsi
Ia mengaku, selalu mengikuti perkembangan informasi dan dinamika politik nasional, khususnya Pilkada dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Sulsel, melalui informasi dari media online dan media sosial. Hasrullah bilang, di saat waktu istirahat dari rangkaian kegiatan ibadah di tanah suci, ia menyempatkan membuka link berita  online untuk mengikuti perkembangan.
“Saya tertarik terhadap sikap politik Partai Gerindra, karena secara tegas mendorong kader sendiri maju di Pilgub. Ini penting jadi pelajaran, bahwa parpol itu, memang fungsinya melahirkan kader pemimpin,” kata dia.
BACA JUGA:
Berhasil Tekan Inflasi Makassar, Pj Gubernur Sulsel Prof Zudan Apresiasi Danny Pomanto
BACA JUGA:
Kepala dan Wakil Kepala Otorita IKN Mundur dari Jabatannya, Akbar Endra: Mereka Gerombolan Pengecut
Setelah membaca dinamika Pilgub yang makin dinamis, lanjut Hasrullah, dirinya merasa terpanggil untuk menyampaikan saran. Menurutnya, hal ini sangat penting disampaikannya karena Ketua Umum Partai Gerindra, Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, berhasil memenangkan Pilprers 2024.
“Kalah tiga kali di Pilpres, karena niatnya baik, Pak Prabowo tak kenal putus asa, tak berhenti berjuang hingga berhasil. Contoh spiritualitas yang bagus, sabar dan terus bertekad memperjuangkan niat baiknya untuk tanah air, mengabdi kepada negara dan rakyat,” ujar Hasrullah.
BACA JUGA:
Indira Yusuf Ismail Semangati Kompetisi Peserta O2SN SD-SMP Kota Makassar
Dalam kaitannya dengan Pilgub Sulsel, kata dia, jiwa petarung yang dimiliki Prabowo, juga ditularkan kepada kadernya, salah satunya Ketua Gerindra Sulsel Andi Iwan Aras atau AIA. Menurut Hasrullah, AIA, mau tidak mau harus mempersiapkan diri menjadi pemimpin dan gubernur yang baik serta berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
“Saya amati, Partai Gerindra ini selalu tertib dan mendisiplinkan kadernya, pasti miliki jiwa petarung dan kesatria seperti jiwa Pak Prabowo. Sebagai saran saja, mungkin saatnya melirik pemimpin yang ada dan bisa bekerjasama politik berkolaborasi di Pilgub,” jelas Hasrullah.
Ia menerangkan pentingnya komunikasi politik yang baik dilakukan oleh para elit parpol tanpa saling mencederai, tapi mengarah pada gagasan bersama untuk melahirkan gubernur yang baik, untuk mengelolah sumber daya yang ada dan untuk mensejahterakan rakyatnya. “Komunikasi politik ini, ‘ketua kelas’nya memang cocoknya Ketua Gerindra Sulsel, AIA. Politik 2024 ini, suka tak suka, ini momentumnya Gerindra,” katanya.
Dosen senior Ilmu Komunikasi Politik Fisip Unhas ini, juga menjelaskan fungsi ketua kelas atau kingmaker dalam politik. Seorang ‘ketua kelas’, kata dia, tidak boleh menyia-nyiakan momentum politik di depannya.
Menurut Hasrullah, Gerindra Sulsel sudah harus menyiapkan koalisi partai, mencari kadernya dan segera menentukan pasangan calon di Pilgub nanti. “Pikirkan model kepemimpinannya jika terpilih, manfaatnya kepada rakyat, bisakah diterima semua golongan, bagaimana rekam jejaknya. Semua harus diramu, baru disuguhkan ke masyarakat untuk dipilih,” pungkasnya.
(AE)