FOTO: Pengamat Politik dan Dosen Fisip Unhas Dr Hasrullah (kiri) dan Dosen UNM, Dr. M. Ridwan Tikollah, setelah berdoa di depan Ka'bah. (ist)
menitindonesia, MAKASSAR – Pakar Komunikasi dan Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Hasrullah, M.A., menyampaikan bahwa dinamika politik di Sulsel menjelang Pilkada harus tetap adem, tidak menimbulkan gesekan dan permusuhan politik yang berimbas kepada masyarakat.
Hasrullah juga mengimbau, agar para ketua-ketua Partai Politik, tidak gegabah dalam menetapkan calon kepala daerah di Pilkada yang akan digelar pada 27 November 2024, mandatang.
“Tugas parpol sekarang merekrut calon pemimpin di daerah, calon gubernur, bupati dan wali kota yang akan tarung di Pilkada nanti. Jangan sembrono merekrut calon pemimpin politik. Harus benar-benar memiliki visi tentang Sulsel, visi daerahnya dan ikhtiar untuk memajukan daerah,” kata Hasrullah melalui saluran telepon What’App dari Tanah Suci, Mekah, Arab Saudi, Selasa (4/5/2024).
Selain itu, dosen senior ilmu komunikasi Fisip Unhas itu, mengatakan, bahwa Sulsel pernah memiliki gubernur visioner, yakni Achmad Amiruddin. Di masa kepemimpinan Amiruddin selama dua periode (10 tahun) menjabat Gubernur, kata dia, berhasil mencetuskan tri konsepsi pembangunan Sulsel, yakni mengubah pola pikir masyarakat, pengwilayahan komoditas dan petik olah jual.
“Tri konsep Prof Amiruddin pada tahun 1980-an itu, sekarang sudah menjadi agenda nasional dengan istilah baru, hilirisasi. Itu kan sama dengan ‘petik, olah’ jual’ yang pernah diterapkan Amiruddin di Sulsel,” ujar Hasrullah.
Untuk diketahui, Hasrullah saat ini sedang menjalankan ibadah haji. Di sela-sela waktunya usai beribadah, dia tetap meluangkan waktu untuk memantau perkembangan dan dinamika politik menjelang Pilkada yang digelar serentak tahun ini.
Selain itu, Hasrullah berharap, ketua-ketua parpol mau duduk bersama, berpikir bersama dan membuat design kepemimpinan yang tepat di Sulsel secara bersama-sama. “Boleh beda calon, tetapi masing-masing mengambil kandidat yang terbaik untuk disuguhkan kepada masyarakat, mana yang mereka akan pilih, itulah yang terbaik dari semua yang baik,” ujarnya.
Ia menyarankan parpol benar-benar melakukan seleksi secara benar, dan melakukan uji kepatutan (fit and proper test). “Harus ditahu, apakah semua bakal calon kepala daerah itu memiliki attitude, memahami visinya dan meyakini misi yang akan dikerjakannya. Parpol harus melihat mana kandidat yang kapabel dan punya peluang. Ini cara yang tepat mengurangi pragmatisme politik, perlahan-lahan menghilangkan kebiasaan money politik itu,” lanjut Hasrullah.
Doa Untuk Sulsel di Depan Ka’bah
Mantan Staf Ahli Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, mengaku selalu berdoa untuk Sulsel di depan Ka’bah, agar pada Pilgub dan pilkada bupati dan wali kota 2024 Sulsel dikaruniai pemimpin yang baik dan pantas.
“Semoga Sulsel dikaruniai pemimpin yang bisa memimpin semua golongan, bukan hanya memimpin golongannya dan keluarganya saja, tapi mengayomi semua golongan dan agama,” katanya. “Sulsel butuh pemimpin mengayomi bisa menjaga kerukunan beragama. Memimpin untuk semua, adil untuk semua, dan tidak menciptakan permusuhan,” tutup Hasrullah.