Presiden Prabowo didampingi Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kepala BPOM RI Taruna Ikrar usai memusnahkan narkoba bernilai puluhan triliun.
Presiden Prabowo Subianto memimpin pemusnahan barang bukti narkoba senilai Rp29,37 triliun di Mabes Polri. Kepala BPOM Taruna Ikrar hadir memberi sinyal kuat sinergi pemerintah melawan ancaman narkotika yang kian menggerogoti generasi muda Indonesia.
menitindonesia, JAKARTA — Di hadapan tumpukan karung dan drum berisi barang haram bernilai Rp29,37 triliun, Presiden Prabowo Subianto berdiri tegak. Di sisi kanannya, tampak Kepala BPOM Prof Taruna Ikrar bersama Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajaran pejabat tinggi negara. Hari itu, negara mengirimkan pesan keras: perang terhadap narkoba belum berakhir.
Pemusnahan barang bukti narkoba itu menjadi simbol capaian satu tahun pemerintahan Prabowo sekaligus peringatan keras bagi para bandar yang masih berani menantang hukum. “Jika barang ini tidak disita, bisa digunakan oleh 629 juta manusia — lebih dari dua kali jumlah penduduk Indonesia,” kata Presiden dengan nada tegas, suaranya menggema di halaman Mabes Polri.
Barang yang dimusnahkan mencapai 214,84 ton — terdiri dari ganja, sabu, dan ekstasi, hasil pengungkapan kasus sepanjang Oktober 2024 hingga Oktober 2025. Nilainya fantastis: Rp29,37 triliun. Satu tahun penuh kerja keras, dengan 49.306 kasus terungkap dan 65.572 tersangka ditangkap.
Bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, kehadiran Presiden menjadi energi baru bagi jajarannya. “Indonesia Emas 2045 tak mungkin tercapai tanpa generasi muda yang sehat dan bebas narkoba,” ujarnya, di sela acara pemusnahan, Rabu (29/10/2025)
Ia menegaskan, ancaman narkotika adalah extraordinary crime yang menodai masa depan bangsa.
BPOM Perkuat Pengawasan Obat dan Sediaan Farmasi
Di tengah deru sirene dan barisan pasukan berseragam, Taruna Ikrar tampak berdialog dengan sejumlah pejabat. Ia menilai penyalahgunaan obat dan narkotika telah menjadi ancaman multidimensi: dari kesehatan, keamanan, hingga pembangunan SDM. “Kita butuh sinergi antara regulator, aparat penegak hukum, dan masyarakat,” ujarnya serius. Sebagai Kepala BPOM, Taruna menegaskan lembaganya memperkuat pengawasan terhadap obat dan sediaan farmasi yang berpotensi disalahgunakan — salah satu sumber awal maraknya penyalahgunaan zat terlarang.
Tak hanya Polri dan BPOM, barisan tamu yang hadir mencerminkan komitmen lintas lembaga. Tampak Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, hingga Menkomdig Meutya Hafid. Dari kalangan ormas, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf dan Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir juga hadir — simbol bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas negara, tapi juga moral bangsa.
Pemusnahan barang bukti narkoba senilai puluhan triliun itu menegaskan dua hal: kerja keras aparat, dan skala bahaya yang sesungguhnya. Di balik setiap gram sabu yang dibakar, ada ribuan potensi generasi muda yang diselamatkan.
“Ini bukan akhir, tapi awal dari babak baru perang panjang melawan narkoba,” tutur Taruna Ikrar sebelum meninggalkan lokasi. Dalam langkahnya, tersirat keyakinan: tanpa SDM sehat dan berintegritas, mimpi Indonesia Emas hanya akan tinggal slogan. (andi esse)